kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kepolisian siapkan 9.000 personel amankan demo di depan Istana


Senin, 28 Oktober 2019 / 12:10 WIB
Kepolisian siapkan 9.000 personel amankan demo di depan Istana
ILUSTRASI. Puluhan mahasiswa dari BEM Seluruh Indonesia berunjukrasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (14/03). Dalam aksinya mereka menolak revisi Undang-undang Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, DPRD ( UU MD3).

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Polda Metro Jaya membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang akan digelar di depan Istana, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Aksi unjuk rasa itu digelar oleh mahasiswa dari sejumlah universitas untuk menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Baca Juga: Pondok Indah Mall (PIM) bersiap sambut Natal dan Tahun Baru

Aksi unjuk rasa itu bertajuk Gerakan Indonesia memanggil. Menurut agenda, aksi tersebut akan diawali dengan long march dari Bundaran Hotel Indonesia hingga depan Istana.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sebanyak 9.000 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

"Kita sudah menyiapkan prosedur pengamanan, sebanyak 9.000 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut," kata Argo saat dikonfirmasi.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Merdeka akan diberlakukan secara situasional. "(Rekayasa lalu lintas) sifatnya situasional," ungkap Argo.

Baca Juga: Dewan Legislatif Hong Kong resmi mencabut RUU Ekstradisi, tapi demo jalan terus




TERBARU

Close [X]
×