HOME

Khofifah dan Forkompida Jatim bergerak cepat memutus rantai corona di Pondok Gontor

Jumat, 10 Juli 2020 | 21:02 WIB   Reporter: Barly Haliem
Khofifah dan Forkompida Jatim bergerak cepat memutus rantai corona di Pondok Gontor

Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar P dan Forkompida Jatim ke Pondok Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Forkopimda Jatim langsung bergerak cepat dalam membantu memutus rantai penularan Covid-19 di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Ponorogo.

Pada Jumat sore (10/7), Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran memberikan bantuan alat penegakan protokol kesehatan di lingkungan pesantren Gontor. Bantuan ini penting diberikan setelah diketahui ada sebanyak 11 santri dari pesantren Gontor yang terpapar covid-19. 

Sebelumnya, tim kuratif dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dokter dari Polda Jatim serta tim dokter dari Kodam V Brawijaya juga telah diturunkan ke Gontor untuk melakukan penanganan pada santri yang terkonfirmasi positif, melakukan tes cepat hingga melakukan tracing. 

Baca Juga: Recovery rate Jatim naik pesat, dalam dua pekan 2.150 pasien sembuh

Oleh sebab itu upaya yang telah dilakukan dengan ditambah pemberian bantuan yang diserahkan hari ini, diharapkan santri, ustadz dan ustadzah serta pengurus pesantren kian ketat melakukan penegakan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Baca Juga: Gubernur Khofifah tegaskan SPP SMA dan SMK negeri di Jatim gratis

“Pondok Modern Darussalam Gontor telah membuktikan bahwa mereka adalah pesantren yang tangguh. Kami mengapresiasi bahwa upaya menjalankan protokol kesehatan sejatinya sudah dilakukan, bahkan santri yang kembali ke sini sudah dilakukan pengecekan kondisi kesehatan," kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (10/7).

Baca Juga: Percepat penanganan corona, Pemprov Jatim kerjasama penthalex dengan PTN dan PTS

Selain itu santri di pesantren juga sudah dibiasakan memakai masker, menerapkan physical distancing dan memperbanyak mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. 

Khofifah mengatakan bahwa Forkopimda Jatim mendukung bagimana upaya perlindungan pada santri, pengajar dan pengasuh pesantren bisa terus dilakukan, salah satunya dengan pengiriman bantuan tersebut. 

"Kami silaturrahim ke pengasuh Pondok Modern Gontor untuk sama sama mencari solusi agar perlindungan pada santri dan semua elemen di pesantren supaya bisa berjalan dengan baik. Kami bergotong royong mengatasi masalah ini agar kita bisa segera keluar dari pandemi,” tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini menegaskan bahwa pandemi ini dihadapi oleh 216 negara di dunia. Dan saat ini vaksin dari covid-19 ini belum ditemukan.  Karenanya ia kembali mengingatkan agar seluruh elemen di pondok pesantren dan masyarakat luas untuk terus menegakkan protokol kesehatan. 
Menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga rajin mencuci tangan. Dengan begitu maka penularan covid-19 bisa diminimalisir. 

Dalam kesempatan ini, bantuan yang diserahkan ke Pondok Gontor adalah 10.000 kotak masker dan 1.500 alat rapid test dari gubernur. Kemudian juga diserahkan bantuan berupa 1 ton beras, 150 kilogram gula pasir, dan 150 liter minyak goreng bantuan dari kapolda Jatim. Selain itu juga 2.000 kotak masker dan 50 thermo gun dari Pangdam V Brawijaya serta 10.000 pcs masker dan sebanyak 100 paket sembako dari Pemprov Jatim.

Khofifah menegaskan, bahwa semua upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani permasalahan Covid-19 di Jatim tidak akan bisa maksimal jika tidak ada dukungan dari semua pihak dan masyarakat. 
Untuk itu, dirinya meminta agar pihak ponpes baik pengasuh dan santri juga ikut serta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

 Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran  juga berharap upaya yang dilakukan tersebut bisa efektif dan terukur dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Editor: Markus Sumartomjon


Terbaru