Korban susur sungai SMPN 1 Turi ini dimakamkan tepat di hari ulang tahunnya

Sabtu, 22 Februari 2020 | 16:45 WIB Sumber: TribunNews.com
Korban susur sungai SMPN 1 Turi ini dimakamkan tepat di hari ulang tahunnya

ILUSTRASI. Ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman hanyut saat kegiatan susur sungai.

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Duka masih menyelimuti keluarga SMP Negeri 1 Turi, Sleman. Kegiatan susur pantai yang dilaksanakan anggota pramuka SMP Negeri 1 Turi pada Jumat (21/2) berujung malapetaka.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pada Sabtu (22/2) pukul 11.45 WIB, sebanyak 8 siswa dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian ini. Sementara, 23 siswa mengalami luka-luka, 216 siswa selamat, dan 2 siswa lainnya belum terkonfirmasi.

Baca Juga: Tim SAR temukan dua orang, jumlah korban tewas dalam susur sungai di Sleman jadi 9

Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah menjadi satu korban di antara delapan korban meninggal susur sungai SMP Negeri 1 Turi itu. Ia dimakamkan bertepatan pada hari ulang tahunnya Sabtu ini.

Diberitakan TribunJogja.com, Khoirunnisa dimakamkan di Dusun Karanggawang Girikerto, Turi. Dengan suaranya bergetar, sang ayah, Dedy Sukma (48), mengaku mengikhlaskan kepergian putri tercintanya.

Ia pun tak menyalahkan pihak manapun meski kejadian tragis tersebut menewaskan putri sulungnya. Bagi Dedy, peristiwa yang menimpa Khoirunnisa merupakan musibah yang harus ia terima. "Ini musibah yang harus saya terima. Allah bisa memanggil dengan cara apa pun," tutur Dedy, seperti yang diberitakan TribunJogja.com, Sabtu (22/2).

Dedy menambahkan, ia hanya meminta pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi. Pemkab Sleman Kumpulkan Seluruh Kepala Sekolah

Setelah terjadinya insiden ini, Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman Dwijo Anggono mengatakan Pemkab Sleman telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang berada di Kabupaten Sleman pada Sabtu ini. "Sudah (dikumpulkan)," kata Anggono saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu sore.

Baca Juga: Korban meninggal saat susur sungai SMPN 1 Turi Sleman bertambah jadi 7, ini daftarnya

Berdasarkan siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Bupati Sleman Sri Purnomo mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Sleman untuk memberikan arahan terkait dengan insiden yang dialami siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, seluruh kegiatan ektrakulikuler yang bertempat di luar sekolah akan dihentikan untuk sementara waktu.

“Seluruh kegiatan akan dihentikan hingga menunggu hasil evaluasi, namun kegiatan di dalam sekolah tetap dijalankan seperti biasa karena ini situasi sedang tidak menentu terkait dengan cuaca,” tutur Sri Purnomo dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Sabtu sore.

Sri Purnomo pun menyampaikan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. Lebih lanjut, Sri Purnomo mengingatkan seluruh kepala sekolah dan pengawas, khususnya pengawasan TK, SD, dan SMP, untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.

Baca Juga: Ini progres pembangunan jalan Tol Sigli-Banda Aceh yang ditargetkan rampung 2021

Ia pun menegaskan bahwa seluruh pihak sekolah harus selalu waspada ketika membawa anak didiknya dalam berjumlah besar untuk berkegiatan di luar sekolah. “Ketika melakukan kegiatan outdoor harus mempersiapkan dari pembina yang ahli dan profesional di bidangnya,.” tambah Sri Purnomo.

Ke depannya, Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman akan membuat prosedur tetap (protap) terkait kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan di luar lingkungan sekolah dapat dijalankan secara profesional dan menjamin keselamatan anak didik.

Saat ini, seluruh korban susur sungai sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Seluruh pembiayaan tersebut ditanggung oleh Pemkab Sleman.

Baca Juga: Pujian Tahir kepada Anies soal banjir

Selain itu, bimbingan psikologi juga sudah diturunkan kepada para keluarga korban yang sedang menunggu di Puskesmas maupun SMP Negeri 1 Turi sejak Jumat kemarin.

Sementara, para pembina SMP Negeri 1 Turi saat ini sedang berada di kepolisian untuk dimintai keterangan. Pemkab Sleman pun terus mengupayakan pencarian korban dengan mengerahkan tujuh satuan yang terdiri dari 40 personel TNI/Polri, Basarnas, dan relawan.

“Jika dalam, hingga siang belum ditemukan, kami akan terjunkan Pasukan Katak dari Angkatan Laut untuk membantu pencarian. Kita berharap semoga bisa ditemukan,” kata Sri Purnomo.

Di sisi lain, Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im turut hadir dalam pertemuan bersama seluruh kepala sekolah di Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut, Ainun meminta seluruh guru di Indonesia untuk selalu meningkatkan perhatian dan kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap peserta didik dalam seluruh kegiatan sekolah tanpa terkecuali.

Baca Juga: Rekor penumpang Light Rail Transit Jakarta (LRTJ) mencapai 7.400 orang

“Terlebih di musim hujan seperti ini, seperti kabel listrik yang berada di lingkungan sekolah agar diperhatikan jangan sampai membahayakan siswa,” kata Ainun.

Ia pun berpesan agar pihak sekolah selalu memperhatikan jumlah peserta didik dengan menghadirkan instruktur di lapangan. “Jika akan melakukan kegiatan outdoor perlu memperhatikan jumlah anak dan instruktur harus proposional. Selain itu, harus bersertifikat dan profesional di bidangnya,” tegas Ainun.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta. Tribunjogja/Hasan Sakri Ghozali/Hendy Kurniawan)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi ini Dimakamkan Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi
Terbaru