Umum

Makan apel dengan kulitnya atau tanpa kulit, mana yang lebih sehat?

Selasa, 01 Desember 2020 | 17:40 WIB Sumber: Kompas.com
Makan apel dengan kulitnya atau tanpa kulit, mana yang lebih sehat?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda tim mana, makan apel dengan kulitnya atau mengupas kulit apel? Ini manfaat makan apel tanpa mengupas kulitnya untuk kesehatan tubuh. 

Apel salah satu buah yang populer di dalam negeri. Umumnya, buah apel dikonsumsi oleh mereka yang tengah menjalankan diet. 

Baca Juga: Makan anggur secara langsung atau mengupas kulitnya, mana yang lebih sehat

Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang makan apel saban hari karena rasanya yang manis dan segar. 

Saat makan apel, Anda memilih untuk mengupas kulitnya atau memakan apel dengan kulitnya?  

Makan apel dengan kulitnya atau mengupas memang masih jadi perdebatan. Ada yang bilang kulit apel punya banyak manfaat. 

Namun, ada pula yang bilang harus mengupas kulit apel karena banyaknya pestisida dan lilin yang melapisinya. Lantas, manakah yang lebih sehat di antara keduanya? 

Beberapa orang memilih mengupas kulit apel karena tak mau ambil risiko dengan kandungan yang melekat. Padahal, ada manfaat yang akan Anda dapatkan dengan mengonsumsi apel bersamaan dengan kulit buahnya, antara lain: 

1. Memberikan lebih banyak nutrisi 

Sebuah apel berukuran besar dengan kulit mengandung 116 kkal energi, 5.4 gram serat, 239 miligram kalium, 10 miligram vitamin C, 4,9 mikrogram vitamin K, dan 120 IU vitamin A. 

Walaupun mengupas kulit apel tidak menghilangkan nutrisinya, jumlah yang akan Anda dapatkan tentu berkurang. 

Jika Anda mengonsumsi apel lengkap dengan kulitnya, tubuh akan memperoleh 332% lebih banyak vitamin K, 115% lebih banyak vitamin C, 20% lebih banyak kalsium, dan 142% lebih banyak vitamin A. 

2. Mengurangi risiko kanker 

Kulit apel ternyata memiliki manfaat untuk mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Temuan ini diperoleh dari sebuah penelitian mengenai pengaruh ekstrak kulit apel terhadap pertumbuhan beberapa jenis kanker. 

Penelitian tersebut menemukan bahwa ekstrak kulit apel gala memiliki potensi terbesar dalam mencegah kanker. Kulit apel mengandung sejenis protein yang disebut maspin. 

Protein ini bekerja dengan menghambat pembentukan pembuluh darah di sekitar tumor serta mencegah sel kanker menyebar.

Walaupun masih penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut, efek melawan kanker yang terdapat pada ekstrak kulit apel tergolong kuat. 

3. Menjaga kesehatan sendi 

Manfaat lain dari kulit apel adalah mengurangi gejala dan nyeri kronis pada penderita gangguan sendi. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bubuk kulit apel secara rutin selama 2-12 minggu meningkatkan gerak sendi yang tadinya terbatas menjadi lebih baik. 

Ini disebabkan karena kulit apel sangat kaya akan antioksidan. Kandungan antioksidan pada kulit apel bahkan jauh lebih banyak daripada daging buahnya. 

Itu sebabnya Anda lebih disarankan untuk makan apel dengan kulitnya. Senyawa antioksidan ini berperan langsung pada sel tubuh dengan melindunginya dari radikal bebas dan inflamasi (peradangan). 

4. Sumber serat 

Jika Anda tidak pernah makan apel dengan kulitnya, mungkin ini saat yang tepat untuk menghentikan kebiasaan tersebut. 

Pasalnya, mengupas kulit apel ternyata akan menghilangkan jumlah serat yang tadinya sebesar 5,4 gram menjadi hanya 2,8 gram. Jumlah ini hampir setara dengan setengah dari kandungan serat total pada apel. 

Serat adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pencernaan. Nutrisi yang termasuk dalam karbohidrat kompleks ini juga dapat mengurangi risiko sembelit, diabetes, irritable bowel syndrome, hingga kanker usus besar.

Menikmati manfaat kulit apel tanpa khawatir risikonya 

Beberapa orang mungkin khawatir akan lapisan lilin dan pestisida yang menempel pada kulit apel. Tenang, kamu tidak sendirian. Penggunaan kedua bahan tersebut memang telah lama menuai pro dan kontra. 

Namun, jangan sampai keduanya menghalangi kita untuk mendapatkan manfaat dari kulit apel. Lilin yang digunakan untuk melapisi apel terbuat dari bahan organik. 

Bahan tersebut di antaranya asam lemak, kolagen, dan lilin karnauba yang berasal dari tanaman palem. Lapisan lilin ini tentu berbeda dengan lilin dari bahan parafin yang digunakan untuk keperluan industri. 

Jadi, tak perlu khawatir bahwa lapisan lilin pada kulit apel akan berbahaya bagi kesehatan. 

Terkait masalah pestisida, Anda dapat membersihkan sisa pestisida pada apel dengan air mengalir. Jangan gunakan sabun karena bahan-bahannya dapat meresap ke dalam buah. 

Membeli apel organik yang tidak menggunakan pestisida juga bisa menjadi pilihan. Mengonsumsi apel, dengan atau tanpa kulit, akan tetap bermanfaat bagi kesehatan. 

Namun, kulit pada apel yang belum dikupas memang memiliki manfaat yang lebih besar. Dikupas maupun tidak, pastikan apel yang dikonsumsi selalu dalam keadaan segar dan higienis.(Wisnubrata) 

Baca Juga: Infused water anggur bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan kulit

Selanjutnya: Jus paprika apel efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Makan Apel dengan Kulitnya atau Dikupas, Mana yang Lebih Sehat?"

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru