Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Menteri ESDM Ignasius Jonan resmikan proyek infrastruktur kelistrikan di NTT

Kamis, 11 April 2019 / 15:25 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan resmikan proyek infrastruktur kelistrikan di NTT
Menteri ESDM Ignasius Jonan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beberapa proyek infrastruktur ketenagalistrikan dan program sambungan listrik gratis kepada 11.000 rumah tangga miskin dan tidak mampu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (11/4).

Salah satu infrastruktur kelistrikan yang diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTMG MPP) Flores 20 Mega Watt (MW). "PLTMG MPP Flores 20 MW ini sudah sekitar delapan sampai sembilan bulan beroperasi, keberadaan PLTMG ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan listrik di NTT, khususnya Pulau Flores. Ini akan mampu memasok ke 23.148 pelanggan Rumah Tangga 900 VA," ujar Jonan dalam siaran pers.


Ia menjelaskan PLTMG MMP Flores ini secara sistem terkoneksi dengan PLT Panas Bumi Ulumbu 4 x 2,5 MW yang telah terlebih dahulu beroperasi. Saat ini, operasional PLTMG MPP Flores masih menggunakan high speed diesel (HSD) sebagai sumber energi utamanya. HSD merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang memiliki angka Cetane Number 45, jenis BBM ini umumnya diperuntukkan untuk mesin industri.

Selain PLTMG MPP 20 MW, beberapa Proyek infrastruktur kelistrikan yang diresmikan secara terpusat di Rangko guna menopang keandalan listrik NTT, seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Labuan Bajo - Ruteng, dengan panjang jaringan 150 kms (230 tower), SUTT 70 kV Ruteng - Ulumbu, dengan panjang jaringan 46 kms (72 tower); dan Gardu Induk (GI) Labuan Bajo, GI Ruteng serta GI Ulumbu masing-masing berkapasitas 1 x 20 MVA dengan tegangan 70 kV.

Jonan menilai, pengoperasian proyek-proyek listrik tersebut akan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik di Labuan Bajo, Ruteng, dan Ulumbu karena sudah terhubung Grid Sub Sistem Flores.  "SUTT ini penggunaannya bisa ditingkatkan hingga 150kv, nanti SUTT-nya ini sampai ke Larantuka, namanya Trans Flores," ujar Jonan seperti dikutip dari siaran pers.

Jonan juga meresmikan pencanangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal off-grid yang pembangunannya tersebar di 11 lokasi di provinsi NTT. Pembangunan PLTS off grid diproyeksikan untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah yang jauh dari instalasi tenaga listrik PT PLN (Persero).

"Pembangunan PLTS off grid dengan total kapasitas 2.920 kWp ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan listrik bagi 3.308 rumah tangga di 11 lokasi," ungkap Jonan. Ia mengharapkan agar sistem kelistrikan khususnya di Labuan Bajo terus dijaga dan kalau bisa ditingkatkan mengingat wilayah tersebut menjadi tempat wisata yang ramai.

 


Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0720 || diagnostic_web = 0.3681

Close [X]
×