Menteri PUPR Kebut Pembangunan Bendungan Temef di NTT, Progressnya Capai 68%

Senin, 03 Oktober 2022 | 11:05 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Menteri PUPR Kebut Pembangunan Bendungan Temef di NTT, Progressnya Capai 68%

ILUSTRASI. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Temef yang berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini juga ditargetkan segera rampung di tahun 2023 mendatang.

Bendungan Temef telah dibangun sejak tahun 2018 dengan total biaya sekitar Rp 2,7 triliun. Pembangunan ini dibagi menjadi empat paket pekerjaan, yakni paket 1 dikerjakan PT Waskita Karya-PT Bahagia Bangun Nusa, KSO (Kerja Sama Operasi).

Sementara paket 4 dikerjakan oleh PT Waskita Karya-Bahagia-Guntur, KSO yang meliputi pekerjaan bangunan pengelak, bendungan utama, hidromekanikal dan bangunan fasilitas.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Bisa Selesaikan 13 Bendungan di 2023

Kemudian untuk paket 2 dan paket 3 dikerjakan PT Nindya Karya dan PT Bina Nusa Lestari, KSO yang meliputi pekerjaan bangunan pelimpah dan jalan akses.

"Saat ini progres konstruksinya secara keseluruhan sebesar 68,49% dan ditargetkan seluruhnya rampung pada tahun 2023 yang direncanakan dapat mulai pengisian air bendungan pada sekitar Agustus 2023," katanya dalam keterangan resminya, Senin (3/10).

Menurut Menteri Basuki, salah satu hasil kerja yang dinilai bagus terutama dalam pengamanan lereng bendungan serta penghijauannya.

"Saya lihat ini sangat bagus penghijauan di lereng-lereng bendungan dengan menggunakan sprinkler. Bisa dicontoh pada pembangunan bendungan lainnya," ujarnya.

Menteri Basuki juga berpesan untuk terus mempertahankan metode kerja yang rapi hingga tahap penyelesaian nanti.

Baca Juga: Tahun 2023, Alokasi Anggaran Kementerian PUPR Mencapai Rp 125,2 Triliun

Lebih lanjut, Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi mengatakan, bendungan dengan kapasitas tampung sebesar 45,78 juta m3 akan mengairi irigasi seluas 4.500 ha, mereduksi banjir 230 m3/dt dan menyediakan air baku dengan debit 0,13 m3/dt serta menjadi potensi listrik mencapai 1 MW. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru