kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45755,12   29,29   4.04%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mudik dari Jakarta, seorang babysitter meninggal statusnya PDP corona


Jumat, 10 April 2020 / 12:26 WIB
Mudik dari Jakarta, seorang babysitter meninggal statusnya PDP corona
ILUSTRASI. Mudik dari Jakarta, seorang baby sitter meninggal. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seorang baby sitter asal Kabupaten Madiun yang baru mudik dari Jakarta dilaporkan meninggal dunia setelah dirawat dua hari di RSUD dr. Soedono, Kamis (9/4/2020) sore. Perempuan berinisial L (23) itu meninggal berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) corona karena mudik dari zona merah Covid-19. 

Juru Bicara Satgas Percepataan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Mashudi yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (10/4/2020) pagi mengatakan, korban sudah dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah corona di kampung halamannya. “ Meninggal tadi sore dan langsung dimakamkan Jumat (10/4/2020) dini hari dengan SOP pemakamanan jenazah corona,” kata Mashudi. 

Baca Juga: Ada hoaks angin dari utara membawa wabah, ini penjelasan resmi BMKG

Meski dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah korban corona, kata Mashudi, belum dipastikan korban meninggal karena terjangkit Covid-19 atau sebaliknya. Pasalnya hasil swab korban belum diketahui. 

Menurut Mashudi, tim medis RSUD dr. Soedono sempat mengambil swab korban dan mengirimkannya ke Balitbangkes RI setelah korban dirawat di rumah sakit tersebut, Rabu (8/4/2020). Namun, untuk mengetahui hasilnya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari. 

Meninggalnya baby sitter itu menjadikan jumlah warga yang berstatus PDP corona lalu meninggal di Kabupaten Madiun menjadi dua orang. Sebelumnya, dilaporkan satu pemudik berprofesi kernet bus dari Tangerang, Banten juga meninggal berstatus PDP Corona. 



TERBARU

[X]
×