Peristiwa

NTT masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem

Selasa, 06 April 2021 | 09:15 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
NTT masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem

ILUSTRASI. Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Cuaca ekstrem telah memicu terjadinya sejumlah bencana di NTT. Bahkan bencana yang terjadi disebutkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebabkan korban jiwa.

"Total warga meninggal dunia berjumlah 128 orang selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dal siaran pers, Selasa (6/4).

Dampak siklon tropis tersebut terasa di delapan kabupaten dan kota. Antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Rincian korban meninggal dunia disebutkan berada di Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Selain itu, masih ada korban hilang yang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Baca Juga: Jokowi sampaikan duka atas bencana NTT dan NTB

Dampak bencana yang terjadi juga menimbulkan kerusakan bagi rumah warga. Total terdapat 1.962 unit rumah terdampak bencana tersebut.

Sebanyak 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan. Selain itu ada pula fasilitas umum sebanyak 14 unit rusak berat, 1 unit rusak ringan dan 84 unit lain terdampak.

Akibatnya masyarakat yang terdampak segera di evakuasi. Total terdapat lebih dari 8.000 orang yang saat mengungsi untuk mengantisipasi terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem.

"Sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau  2.683 warga lainnya terdampak," terang Raditya.

Terkait pascakejadian, BPBD kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir.

Kementerian dan lembaga di bawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut.

Selanjutnya: BNPB kirimkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir bandang di Flores Timur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru