Jabodetabek

PRJ 2026 Resmi Ditutup, Ini Data & Fakta Rekor Baru Jakarta Fair Kemayoran 2026

Senin, 13 Juli 2026 | 05:33 WIB
PRJ 2026 Resmi Ditutup, Ini Data & Fakta Rekor Baru Jakarta Fair Kemayoran 2026

ILUSTRASI. Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 (Dok/Jane)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelaran Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 resmi berakhir pada Minggu (12/7/2026) malam. Berlangsung sekitar sebulan, PRJ 2026 mencatatkan sejumlah rekor. Berikut data dan fakta PRJ 2026.

Penutupan ajang pameran tahunan terbesar di Indonesia tersebut berlangsung meriah di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan pertunjukan kembang api yang disaksikan ribuan pengunjung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menutup secara resmi penyelenggaraan Jakarta Fair 2026. Acara tersebut juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2014–2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta Direktur Utama JIExpo sekaligus Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya.

Jakarta Fair 2026 Catat Rekor Pengunjung dan Transaksi

Dalam sambutannya, Rano Karno mengungkapkan Jakarta Fair 2026 berhasil mencatat hampir 8,2 juta pengunjung. Jumlah tersebut meningkat sekitar 12% dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Tak hanya jumlah pengunjung, nilai transaksi selama pameran juga mencapai lebih dari Rp8 triliun atau sekitar Rp8,2 triliun.

"Hari ini adalah penutupan Jakarta Fair Tahun 2026. Jakarta Fair tahun ini menghasilkan jumlah pengunjung yang melebihi tahun lalu. Ada peningkatan sekitar 12 persen. Hampir 8,2 juta orang berkunjung. Begitu juga nilai transaksinya menghasilkan di atas Rp8 triliun," ujar Rano.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Jakarta tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Tonton: IHSG Diproyeksi Tetap Positif Meski Masuk Watchlist S&P, Valuasi Murah Jadi Peluang Investasi

Ribuan Pelaku Usaha Turut Menggerakkan Ekonomi

Rano menilai tingginya antusiasme masyarakat tidak terlepas dari partisipasi ribuan pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan nasional dan internasional yang menawarkan beragam produk, promo, serta potongan harga selama pameran berlangsung.

"Ini mengindikasikan bahwa kekuatan ekonomi Jakarta masih cukup survive di dalam situasi ekonomi seperti ini," katanya.

Jakarta Fair selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan transaksi perdagangan, promosi produk, hingga penciptaan lapangan kerja.

Jakarta Fair 2027 Ditargetkan Lebih Besar

Rano berharap penyelenggaraan Jakarta Fair tahun depan dapat berlangsung lebih meriah karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan pembahasan khusus untuk menyambut Jakarta Fair 2027.

Selain itu, JIExpo juga diproyeksikan memiliki gedung baru yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang sehingga dapat mendukung berbagai kegiatan berskala nasional.

"Kami berharap Jakarta Fair harus lebih besar daripada tahun ini," ujar Rano.

Tonton: APTI: Permenkes Kemasan Polos Berisiko Tekan Serapan Tembakau Jelang Panen Raya

Diikuti 2.800 Peserta dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026 Siti Hartati Murdaya menjelaskan bahwa tahun ini Jakarta Fair mengusung tema "Jakarta Fair Sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan, Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional."

Tema tersebut menegaskan peran Jakarta Fair sebagai ajang promosi produk lokal, pengembangan inovasi, sekaligus penguatan industri meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) di Indonesia.

Sepanjang penyelenggaraan, Jakarta Fair 2026 diikuti sekitar 2.800 peserta yang menempati sekitar 1.800 stan pameran, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hartati menambahkan, kegiatan tersebut juga mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja sejak tahap persiapan hingga penutupan acara.

Baca Juga: Tema Besar Hari Pajak Nasional 2026: Upayakan Ekonomi Indonesia Tangguh

Jakarta Fair Beri Dampak Positif bagi Pelaku Usaha

Menurut Hartati, penyelenggaraan Jakarta Fair memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha untuk memperluas promosi produk sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seluruh peserta, serta jutaan pengunjung yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Jakarta Fair 2026.

Hartati juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Jakarta Fair agar tetap menjadi ajang promosi perdagangan, investasi, dan hiburan terbesar di Asia Tenggara.

"Terima kasih, sampai jumpa lagi pada Jakarta Fair 2027. Lima abad Kota Jakarta," ujarnya.

Kesimpulan

Jakarta Fair 2026 kembali membuktikan perannya sebagai pameran multiproduk terbesar di Indonesia dengan mencatat hampir 8,2 juta pengunjung dan nilai transaksi lebih dari Rp8 triliun. Capaian tersebut memperlihatkan tingginya aktivitas perdagangan serta kontribusi Jakarta Fair terhadap pertumbuhan ekonomi, promosi UMKM, dan penguatan industri MICE. Menyambut peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, pemerintah menargetkan penyelenggaraan Jakarta Fair tahun depan berlangsung lebih besar dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas.





Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/12/21392461/jakarta-fair-2026-ditutup-catat-rekor-82-juta-pengunjung-dan-transaksi-rp?page=all#page2.

 

Persaingan Bisnis Logam Mulia Meningkat, Jakarta Jadi Pasar Strategis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru