Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • SUN95,68 0,00%
  • EMAS663.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pasca ada larangan terbang, Boeing 737 Max 8 dari India ditahan di Bandara Makassar

Selasa, 12 Maret 2019 / 17:55 WIB

Pasca ada larangan terbang, Boeing 737 Max 8 dari India ditahan di Bandara Makassar
ILUSTRASI. Pesawat Boeing 737-8 MAX milik maskapai Lion Air

KONTAN.CO.ID - MAKASSAR. Keputusan Kementerian Perhubungan yang melarang pesawat Boeing 737 Max 8 terbang untuk sementara waktu langsung direspons oleh berbagai pihak di kawasan bandara.

AirNav Indonesia cabang Makassar pun langsung menahan pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air dari India di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (12/3) siang. 


Pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air yang terbang dari Trivandrum, India, menuju Makassar hendak ke Jakarta. Namun pesawat tersebut dihentikan penerbangannya di Makassar dan seluruh penumpangnya dialihkan ke pesawat lain dengan tipe Boeing 739 ER oleh pihak Lion Air. 

“Untuk hari ini yang beroperasi hanya 1 pesawat B737 Max Lion Air yang terbang dari Trivandrum, India menuju Makassar, Sulawesi Selatan dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar sekitar pukul 13.05 Wita,” kata Deputi General Manager Bidang Operasi AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Davitson Aritonang. 

Davitson melanjutkan, pesawat B737 Max Lion Air ditahan di Makassar dan penerbangan rute selanjutnya diminta menggunakan pesawat tipe lain. Pihak Lion Air pun mengganti pesawat tipe B739 ER untuk melanjutkan rute penerbangan ke Jakarta. 

Davitson juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan jadwal penerbangan, Boeing B737 Max dengan registrasi PKLQF yang akan beroperasi di UPG-FIR akan melakukan penerbangan hari ini sekitar pukul 18.55 Wita. Pesawat tersebut terbang dari Phudong, China ke Denpasar, Bali. 

“Pesawat B737 Max 8 yang dari China itu juga akan tertahan di Bandara Denpasar, Bali. Jika ingin melanjutkan rute penerbangannya, harus mengganti pesawat sesuai ketentuan pemerintah,” tambahnya. 

Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto menjelaskan, pihaknya langsung menindaklanjuti arahan dari Kementerian Perhubungan berkaitan pelarangan operasional Boeing 737 Max 8, khususnya di Bandara Hasanuddin. 

"Berkaitan larangan terbang Boeing 737 Max 8 di Indonesia, sudah dilakukan langkah-langkah tindak lanjut oleh AirNav Indonesia, khususnya cabang Makassar. Kita melakukan identifikasi awal penggunaan Boeing 737 Max 8 melalui mekanisme rencana penerbangan, apabila ada penerbangan yang menggunakan tipe pesawat itu, maka airlines yang bersangkutan akan diminta mengganti tipe pesawatnya. Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk kantor Otoritas Wilayah V Bandara Makassar," terangnya. 

Novy memastikan akan tetap memberikan pelayanan kepada penerbangan domestik yang sudah terlanjur menggunakan tipe pesawat tersebut sampai bandara tujuan. Ada pun penanganan selanjutnya akan dilakukan pada saat pesawat tersebut berangkat kembali. 

“Kita akan melaporkan kepada kantor Otoritas Wilayah V apabila terdapat pelanggaran atas edaran Dirjen Perhubungan Udara (soal larangan terbang sementara waktu pesawat Boeing 737 Max 8,” tegasnya. (Hendra Cipto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Boeing 737 Max 8 dari India Ditahan di Bandara Makassar"


Sumber : Kompas.com
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0566 || diagnostic_web = 0.4026

Close [X]
×