Peristiwa

Pasien Super Flu Meninggal: Komorbid Ini Bikin Risiko Kematian 90% Lebih Tinggi

Minggu, 11 Januari 2026 | 12:46 WIB
Pasien Super Flu Meninggal: Komorbid Ini Bikin Risiko Kematian 90% Lebih Tinggi

ILUSTRASI. Vaksinasi influenza untuk cegah superflu (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kedua, pasien dengan komorbid umumnya memiliki cadangan fungsi organ yang lebih rendah. Ketika influenza menyerang paru-paru atau sistem pernapasan, tubuh tidak mampu mengompensasi stres akibat infeksi, sehingga lebih mudah mengalami hipoksia dan kegagalan organ.

Selain itu, influenza berat juga dapat memicu inflamasi sistemik berlebihan atau badai sitokin, seperti yang pernah terjadi pada kasus Covid-19.

"Pada pasien dengan komorbid, kondisi ini dapat memperparah kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko kegagalan multiorgan," ucap Dicky. Dalam konteks kasus pasien super flu yang meninggal dunia di Indonesia, Dicky menilai kematian tersebut lebih mungkin disebabkan oleh interaksi antara infeksi virus influenza dan kondisi dasar pasien.

“Secara epidemiologis, ini lebih mungkin akibat kombinasi virus influenza dengan komorbid yang dimiliki pasien, bukan semata-mata karena virus baru yang lebih ganas,” ujarnya. Ia menegaskan, pola seperti ini sebenarnya dapat terjadi setiap tahun pada musim influenza, termasuk di negara maju, bukan hanya di Indonesia.

Flu bisa sangat berbahaya bagi kelompok tertentu Dari sisi kesehatan masyarakat, Dicky menekankan pentingnya perlindungan ekstra bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, penderita penyakit kronis, ibu hamil, individu dengan imunitas rendah, serta anak-anak, terutama balita.

“Strategi pencegahan utama adalah vaksinasi influenza rutin setiap tahun bagi kelompok berisiko. Selain itu, penting juga deteksi dan pengobatan dini, serta kebiasaan memakai masker saat sakit atau berada di lingkungan dengan banyak orang sakit,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi publik bahwa flu bukanlah penyakit ringan bagi semua orang.

“Flu bisa sangat berbahaya bagi kelompok berisiko dan dapat menyebabkan keparahan hingga kematian,” tegas Dicky.

Sebagai gambaran, ia menyebutkan bahwa secara global, influenza musiman dapat menginfeksi puluhan juta orang setiap tahun. Di Amerika Serikat (AS) saja, kata Dicky, angka kematian akibat influenza mencapai sekitar 50.000 orang per tahun, dengan tingkat kematian kasus (case fatality rate) sekitar 0,1 persen.

Tonton: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 10–11 Januari 2026! Hujan Lebat & Angin Kencang Mengancam

“Sekitar 16 persen pasien influenza yang dirawat harus masuk ICU, dan sekitar 6 persen membutuhkan ventilator. Bahkan hampir 90 persen pasien rawat inap akibat influenza memiliki setidaknya satu kondisi komorbid,” jelasnya.

Karena itu, ia kembali menekankan bahwa upaya perlindungan terhadap kelompok berisiko, terutama melalui vaksinasi, merupakan langkah paling krusial untuk menekan dampak serius influenza. "Saran saya, sekali lagi, bahwa mereka ini (kelompok berisiko) harus divaksinasi," pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "1 Pasien Super Flu di Bandung Meninggal Dunia, Benarkah Penyakit Ini Fatal bagi Orang dengan Komorbid?"

Selanjutnya: Kartu Debit BNI Hilang? Ini Biaya Ganti dan Risiko saat Telat Mengurus

Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru