Pelabuhan Anggrek akan melancarkan pertumbuhan ekonomi di Gorontalo

Jumat, 24 September 2021 | 07:25 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Pelabuhan Anggrek akan melancarkan pertumbuhan ekonomi di Gorontalo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelabuhan Anggrek akan dikembangkan menjadi pelabuhan logistik (logistics port) guna memperlancar arus distribusi barang dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyek yang menelan investasi sekitar Rp 1,4 triliun ini diyakini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.

Kementerian Perhubungan telah menetapkan konsorsium PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) sebagai pengembang pelabuhan ini. Konsorsium ini terdiri dari PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya.

Rachmat Gobel, anggota DPR RI asal Gorontalo mengatakan, pengembangan Pelabuhan Anggrek tersebut akan dilakukan dalam dua tahap yang didukung penuh oleh pemerintah, BUMN dan investor swasta.

Baca Juga: Kemenhub otak-atik anggaran jalankan proyek di tengah pandemi

“Pengembangan Pelabuhan Anggrek tersebut menggunakan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan ini merupakan skema pembiayaann yang inovatif, sehingga tidak menggunakan dana APBN, tapi melalui pendanaan kreatif non-APBN,” kata Rahmat dalam keterangan resminya, Kamis (23/9).

Dia menjelaskan bahwa penyerahan proyek pengembangan Pelabuhan Anggrek dari Kantor Unit Penyelenggara Kelas II Pelabuhan Anggrek, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan kepada AGIT dijadwalkan akan dilaksanakan pada 28 September 2021 di Pelabuhan Anggrek, Gorontalo. 

Pembangunan tahap pertama akan dimulai pada tahun 2022-2023 yang meliputi pembangunan dermaga, lapangan peti kemas (container), kargo dan fasilitas pendukung lainnya. Sedangkan pengembangan tahap kedua direncanakan pada tahun 2031 atau 2032.

Pengembangan Pelabuhan Anggrek untuk menjadi Port Logistic, kata Rachmat, akan dilengkapi sarana dan prasarana yang akan dikembangkan tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas Pelabuhan, tapi juga kualitas layanan.

“Jadi proyek ini nantinya tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tapi juga nonfisik termasuk manajemen dan sumber daya manusia,” katanya Rahmat.

Dia menambahkan, penguatan dan penambahan kapasitas dermaga untuk peti kemas yang dapat mengakomodir kapal bertambat sebesar 30.000 DWT (dead wight ton) dan general cargo untuk dapat mengakomodir kapal sebesar 10.000 DWT.

Baca Juga: Ada KPBU, Kemhub bisa hemat Rp 6,2 triliun

Editor: Yudho Winarto
Terbaru