Peristiwa

Pemprov DKI bantah Anies bohongi publik soal rekomendasi formula E, hanya salah ketik

Jumat, 14 Februari 2020 | 14:41 WIB Sumber: Kompas.com
Pemprov DKI bantah Anies bohongi publik soal rekomendasi formula E, hanya salah ketik

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut meramaikan acara perayaan imlek di Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta, Selasa (5/2/2019)

Namun, Ketua TACB DKI Jakarta Mundardjito mengatakan, TACB tidak pernah mengeluarkan rekomendasi soal penyelenggaraan Formula E m 2020 di kawasan Monas. TACB juga tidak pernah melakukan kajian soal penyelenggaraan Formula E di area Monas yang merupakan kawasan cagar budaya.

"Saya enggak tahu, kami enggak bikin (rekomendasi), saya ketuanya kan," ujar Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Karena hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut, Anies telah melakukan pembohongan publik. Sebab, Anies mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta untuk menggelar Formula E 2020 di kawasan Monas.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi tuding Anies Baswedan lakukan kebohongan publik

Padahal, pernyataan Anies itu dibantah Ketua TACB Mundardjito. "Kami sebagai ketua dewan, dari fraksi kami, melihat ada manipulasi lagi, bahwa seakan-akan kepala cagar budaya ini mengiyakan, padahal belum dikonfirmasinya," kata Prasetio di Kantor Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

"Saya sebagai pimpinan daerah, DPRD, saya kecewa dan ini adalah pembohongan publik," kata politisi PDI-P ini.

Belakangan, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, surat rekomendasi itu dikeluarkan dinasnya berdasarkan saran dan catatan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI. Ketua TSP DKI Jakarta Bambang Eryudhawan mengakui timnya memberikan saran penggunaan Monas sebagai lokasi balap Formula E.

Baca Juga: Tinggal empat bulan, harga tiket Formula E Jakarta belum ditetapkan

Asalkan, Monas harus dijaga dan dipulihkan kembali serta tak merusak cagar budayanya.

"Sebenarnya resminya rekomendasi, rekomendasinya itu jika dilakukan di sana (Monas), maka seperti yang ada di Roma, Paris, itu harus bisa dipulihkan lagi. Itu kan namanya pemanfaatan, boleh dong, tapi harus dipulihkan," kata Yudha. (Nursita Sari)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saefullah: Anies Tak Bohongi Publik soal Rekomendasi Formula E, Hanya Salah Ketik"
 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli


Terbaru