KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A jalur Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota menemukan beragam harta karun. Ada lebih dari 4.000 artefak bersejarah yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jakarta pada masa lampau.
Temuan tersebut meliputi keramik dari berbagai negara, saluran air berbahan terakota, hingga cerucuk dan papan yang berkaitan dengan struktur kanal atau sungai lama. Berbagai benda itu menjadi sumber informasi untuk menelusuri sejarah kawasan Jakarta, termasuk hubungan perdagangan Nusantara dengan wilayah lain di Asia.
Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, mengatakan jumlah artefak masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya pekerjaan konstruksi.
“Karena kan tiap hari nambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an, ya pasti lebih,” kata Junus seusai penyerahan temuan arkeologi dari proyek MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (15/10/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Ada Tabung Gas Etilen Di Lokasi Ledakan Tangsel, Cek Kegunaannya untuk Industri!
Keramik kuno ungkap jaringan perdagangan Asia
Salah satu temuan yang menarik perhatian tim arkeologi adalah keramik yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan Kamboja.
Menurut Junus, temuan keramik tersebut memberikan petunjuk mengenai hubungan perdagangan antara Nusantara dan berbagai wilayah Asia pada masa lalu.
Analisis terhadap bentuk, karakteristik, dan asal keramik dapat membantu para ahli menelusuri jaringan perdagangan laut yang menghubungkan kawasan tersebut.
Sekitar 200 benda bersejarah dari hasil temuan proyek MRT Jakarta Fase 2A sebelumnya juga dibawa untuk dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang.
Junus mengatakan pameran tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat meskipun jumlah koleksi yang ditampilkan terbatas.
Menurut dia, artefak arkeologi bukan sekadar benda peninggalan masa lalu. Temuan material tersebut juga dapat memperlihatkan bagaimana masyarakat Nusantara telah terhubung dengan jaringan perdagangan internasional sejak berabad-abad lalu.
Baca Juga: Martha Tilaar Tutup Usia, Intip Perjalanan Bisnis dari Garasi hingga Lahirnya Sariayu
Saluran air terakota ditemukan di Jakarta Kota
Selain keramik, tim arkeologi menemukan struktur saluran air berbahan terakota yang membentang dari kawasan Pintu Besar Selatan hingga sekitar Stasiun Jakarta Kota.
Project Management for Construction 2 PT MRT Jakarta, Indra Gunawan, mengatakan saluran air tersebut menjadi salah satu temuan penting selama pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.
“Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota ya, dari mulai Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya di sini kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota,” ujar Indra.
Tim juga menemukan cerucuk yang berkaitan dengan struktur dinding sungai serta papan dari kanal. Seluruh temuan tersebut didokumentasikan menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi atau 3D scanning dan fotogrametri bersama tim ahli arkeologi.
Pelibatan ahli arkeologi telah dilakukan sejak tahap penentuan desain dasar proyek. Langkah tersebut mempertimbangkan nilai sejarah kawasan Jakarta Kota yang menjadi bagian dari wilayah bersejarah ibu kota.
Dinas Kebudayaan DKI Jakarta turut mendampingi penanganan temuan selama konstruksi berlangsung. PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menyerahkan sebagian artefak kepada dinas tersebut untuk disimpan dan dilestarikan.
Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, mengatakan benda-benda bersejarah itu perlu diteliti dan dimanfaatkan secara tepat agar nilai sejarahnya tetap terjaga.
“Harus diteliti dan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena memang cagar-cagar budaya ini adalah identitas bangsa,” kata Retno.
Baca Juga: Apa Arti Status KPD saat Cek Bansos Kemensos? Calon Penerima BSU Wajib Tahu
Artefak MRT Jakarta akan dipamerkan di Stasiun Kota
PT MRT Jakarta berencana menampilkan benda-benda bersejarah yang ditemukan selama pembangunan Fase 2A kepada masyarakat melalui galeri di Stasiun Jakarta Kota.
Indra mengatakan artefak tersebut akan melalui proses kurasi sebelum dipamerkan kepada publik.
Keberadaan galeri di stasiun diharapkan memudahkan pengguna MRT dan masyarakat untuk mengenal sejarah Jakarta melalui temuan arkeologi. Lokasi tersebut juga terhubung dengan layanan kereta rel listrik (KRL), sehingga dapat dijangkau oleh pengguna transportasi umum.
Junus menilai kolaborasi antara MRT Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dan tim ahli arkeologi berperan penting dalam melindungi warisan budaya selama proyek infrastruktur berlangsung.
Menurut dia, sumber daya budaya tidak dapat diperbarui. Kerusakan pada artefak atau struktur bersejarah berpotensi menghilangkan informasi penting yang tidak bisa dipulihkan.
“Karena kalau kita bicara tentang resources ya, cultural resources ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, kita bisa bekerja sama dan memanfaatkan data itu untuk kepentingan generasi ke depan,” ujar Junus.
Tonton: Raup Rp32,6 Triliun dari Scam, 3 Bos Sindikat Myanmar Divonis Mati!
Progres MRT Jakarta Fase 2A capai 65,10%
Di sisi pembangunan, progres proyek MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 65,10% per 25 September 2026.
Berdasarkan target yang disampaikan dalam materi sumber, segmen Bundaran HI-Harmoni ditargetkan selesai pada 2027. Sementara itu, segmen Harmoni-Kota ditargetkan rampung pada 2029.
Penemuan ribuan artefak selama pembangunan menunjukkan bahwa proyek infrastruktur tersebut juga menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan sejarah Jakarta. Karena itu, penanganan temuan arkeologi menjadi bagian penting agar pembangunan transportasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya.
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/10/15/21542451/ditemukannya-ribuan-harta-karun-masa-lalu-jakarta-saat-penggalian-mrt?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News