Penyelenggaraan Dialog B20 di Jawa Timur Lebih Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Jumat, 16 September 2022 | 14:31 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Penyelenggaraan Dialog B20 di Jawa Timur Lebih Fokus pada Rantai Pasok UMKM

ILUSTRASI.  B20 Indonesia Digitalization Task Force sukses menggelar forum dialog G20-B20 secara hybrid, Kamis (7/7/2022) di Jakarta. Penyelenggaraan Dialog B20 di Jawa Timur Lebih Fokus pada Rantai Pasok UMKM.


KONTAN.CO.ID -  SURABAYA. Peningkatan Nilai Rantai Pasok Global merangkak cukup pesat hingga 50% pada tahun 2007 dari 40% pada tahun 1990, setelah sebelumnya mengalami penurunan pasca krisis global keuangan pada tahun 2007 hingga 2008. Tentunya hal ini membawa dampak cukup baik bagi perekonomian Indonesia. 

The Business 20 atau B20 merupakan grup jangkauan G20 yang di dalamnya terdiri dari perwakilan komunitas bisnis internasional. 

Melalui forum komunitas global B20, Indonesia berkomitmen untuk menyatukan komunitas bisnis G20 dalam satu kesepakatan agar lebih kuat menuju inklusivitas, serta tangguh dan kolaboratif meningkatkan pertumbuhan ekonomi global. 

B20 yang diselenggarakan tahun 2022 mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger. B20 menjadi bagian dari rangkaian ajang G20 yang akan digelar November mendatang. Rangkaian acara B20 telah resmi dimulai melalui penyelenggaraan pertemuan awal di Jakarta pada 27-28 Januari 2022 lalu. 

Baca Juga: Dialog B20-G20, Integritas dan Kepatuhan Kunci dalam Menjalankan Bisnis Berkelanjutan

Shinta Wijaya Kamdani selaku Chairman B20 turut mengungkapkan rantai pasok global seringkali menghadapi disrupsi secara terus menerus dan berdampak negatif pada seluruh sektor bisnis pada ekonomi G20.

Di sisi lain, komoditas rantai pasok global bisa saja mengalami keterbatasan akibat bencana alam dan kondisi geopolitik. 

“Rantai pasok dan nilai global memiliki kesenjangan kemampuan antara perusahaan skala nasional dan dengan skala usaha kecil menengah, yang justru merupakan tulang punggung ekonomi G20,” ujar Shinta dalam keterangannya, Jumat (16/9).

Forum B20 yang diselenggarakan pada  14 dan 15 September tahun 2022 juga memberikan perhatian khusus pada isu Global Value Chain (GVC), khususnya bagi perusahaan atau UMKM. 

Partisipasi dari rantai perusahaan atau UMKM mengalami pertumbuhan yang cepat, yaitu sebagian besar ekonomi dan bisnis menyumbang lebih dari 95% dari total jumlah perusahaan dan terdiri lebih dari 70% dan 50% dalam hal pekerjaan dan nilai tambah, masing-masing.

Terkait hal itu, Shinta mengharapkan melalui penyelenggaran B20 dapat mempromosikan ekosistem rantai pasok yang inklusif terutama pada model kemitraan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Gerakan Global untuk menguatkan UMKM menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan global di bawah dukungan dari pemerintah, bisnis, institusi keuangan dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Indonesia Mengajak dan Mendorong Negara G20 Mempercepat Transisi Energi Hijau

B20 menggelar forum kegiatan sampingan di Jawa Timur yang memfokuskan pada nilai rantai pasok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ajang B20 di Jawa Timur ini diselenggarakan empat hari yaitu 15-18 September tahun 2022 yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia meningkatkan rantai nilai dan rantai pasokan global. 

Jawa Timur menjadi provinsi diselenggarakannya forum dialog B20 karena memiliki nilai tersendiri. Selama lebih dari dua abad, Jawa Timur telah menjadi pusat perdagangan yang signifikan baik secara domestik maupun internasional.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang juga membuka acara memberikan apresiasi dan kebangganya karena B20 diselenggarakan di Jawa Timur, tepatnya di Kota Surabaya.

"Saya menyatakan apesiasi karena Provinsi Jawa Timur tepatnya di Kota Surabaya menjadi host untuk kegiatan sampingan The Business 20 (B20). Temen-temen dari pelaku usaha Jatim telah berhasil menjadikan Surabaya dan Jatim yang merupakan provinsi dengan ekonomi terbesar kedua di Indonesia, sebagai bagian dari perjalanan menuju G20," ujarnya.

Jawa Timur dipilih menjadi tuan rumah pelaksana acara karena potensi dan peranannya sebagai salah satu hub penting bagi perdagangan domestik dan internasional Indonesia semenjak berabad lalu.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru