Persatuan Insinyur dan Bappenas jalin sinergi merencanakan pembangunan Ibukota baru

Senin, 23 Agustus 2021 | 17:02 WIB   Reporter: Dikky Setiawan
Persatuan Insinyur dan Bappenas jalin sinergi merencanakan pembangunan Ibukota baru

ILUSTRASI. PII dan Bappenas kerjasama dalam kajian dan perencanaan pembangunan bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, pembangunan Ibukota negara (IKN), pembangunan kepariwisataan serta pembangunan rendah karbon, ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.


KONTAN.CO.ID -JAKARTA-Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama implementasi perencanaan program pembangunan nasional. 

Nota kesepahaman kerjasama itu ditandatangani oleh Ketua Umum PII, Heru Dewanto dan Himawan Hariyoga, Sekretaris Kementerian PPN pada Jumat (21/8).

Pada nota kesepahaman yang penandatanganannya dilakukan secara daring itu, PII dan Bappenas sepakat melakukan kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional. 

Baca Juga: Proses persiapan pembangunan ibukota negara yang baru terus berlanjut

Kajian itu, antara lain dalam bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, pembangunan Ibukota negara (IKN), pembangunan kepariwisataan serta pembangunan rendah karbon, ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.

Heru Dewanto dalam sambutannya mengatakan, untuk Indonesia yang lebih baik, semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk negara, termasuk para insinyur yang harus bisa memberikan yang terbaik untuk menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia.

Para insinyur, kata Heru, tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil. "Tapi juga ditantang melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara," ujar Heru, dalam keterangan resminya, Senin (23/8).

Mendorong perekonomian nasional

Menurut Heru Dewanto, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa jadi identitas bangsa, akan tetapi juga ditantang untuk membangun IKN yang bisa mendorong perekonomian negara.

Heru menambahkan, para insinyur ditantang untuk mengubah paradigma ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Insinyur harus menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibukota dunia, menjadi cawan bagi ledakan kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru," tegasnya. 

Baca Juga: Pemerintah menyelesaikan masterplan ibu kota baru tahun ini

Sementara itu, Himawan Hariyoga, menegaskan, dalam kondisi saat ini, terutama pandemi, semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama. Kata dia, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.

"Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerjasama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerjasama dengan PII.

Ia juga berharap paradigma dan pendekatan baru, dapat diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara yang keduanya masuk di wilayah Kalimantan Timur.

"Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju," tandas Himawan.

Selanjutnya: Banyak investor minat, pemerintah siapkan tiga skema pendanaan ibukota baru

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan

Terbaru