KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan, sistem transportasi publik terintegrasi di wilayah Jabodetabek atau Transjabodetabek akan menjadi prioritas utama sebelum menerapkan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP).
Pramono menekankan bahwa pengembangan Transjabodetabek merupakan prasyarat penting sebelum kebijakan ERP diberlakukan.
“ERP tidak bisa diterapkan tanpa sistem pendukung yang matang. Saat ini, fokus kami adalah menyelesaikan pengembangan Transjabodetabek,” ujar Pramono usai meresmikan Rumah Pompa Sunter C di Jakarta Utara, Senin (26/5/2025).
Baca Juga: Tangani Genangan Air di Titik Rawan, Pemprov Jakarta Siapkan 13 Rumah Pompa Tambahan
Pramono menjelaskan, hingga saat ini sudah ada tiga rute baru Transjabodetabek yang resmi beroperasi, sementara empat rute tambahan sedang dalam tahap persiapan.
“Sistem ini akan mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, agar masyarakat memiliki pilihan transportasi umum yang nyaman dan andal,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah Transjabodetabek berjalan efektif, Pemprov Jakarta baru akan mengkaji kembali kemungkinan penerapan ERP, termasuk mekanisme pemberian subsidi.
“Kami ingin memastikan transportasi umum menjadi pilihan utama terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ERP bisa diterapkan sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan,” kata Pramono.
Sebagai informasi, ERP merupakan sistem pengenaan tarif terhadap kendaraan yang melintasi ruas jalan tertentu pada jam-jam sibuk, dengan tujuan mengendalikan volume lalu lintas.
Penerapan ERP diharapkan dapat mengurangi kemacetan dengan membatasi penggunaan kendaraan bermotor pada jam-jam sibuk dan ruas jalan yang padat.
Baca Juga: Harga Sapi Kurban 2025 di Jakarta: Mulai Rp 15 Juta, Cek Daftarnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pramono: ERP Tak Akan Diberlakukan sebelum Transportasi Publik Jabodetabek Siap", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/05/26/11485871/pramono-erp-tak-akan-diberlakukan-sebelum-transportasi-publik-jabodetabek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News