Rangkaian Hari Raya Nyepi 2026: Mulai Tahun Saka Baru dengan Hati Lebih Suci

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:59 WIB
Rangkaian Hari Raya Nyepi 2026: Mulai Tahun Saka Baru dengan Hati Lebih Suci

ILUSTRASI. Umat Hindu Melakukan Upacara Tawur Agung Kesanga (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak rangkaian Hari Raya Nyepi dengan puncaknya tanggal 19 Maret 2026. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu yang identik dengan suasana hening dan refleksi diri.

Berbeda dari perayaan tahun baru lainnya yang meriah, Nyepi justru dijalani dalam keheningan selama 24 jam sebagai bentuk penyucian diri dan alam semesta.

Hari Raya Nyepi tahun 2026 diperingati pada 19 Maret, dengan rangkaian ritual yang dimulai beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Dimulai Akhir Pekan Ini, Cek Tarif Jalan Tol & Jadwal Diskon

Rangkaian Hari Raya Nyepi 2026

Rangkaian upacara ini memiliki makna spiritual mendalam, yakni membersihkan diri dari pengaruh buruk, menjaga keseimbangan alam, serta memulai tahun baru dengan hati yang lebih suci.

Setiap tahapan dilakukan secara berurutan oleh umat Hindu, terutama di Bali, sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.

Berikut rangkaian tradisi utama dalam perayaan Nyepi 2026, dirangkum dari laman Pemkab Badung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Jumat 13 Maret: Ini Wilayah Hujan dan Berawan!

1. Upacara Melasti

Upacara Melasti merupakan ritual penyucian yang dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Dalam prosesi ini, umat Hindu membawa berbagai benda sakral dari pura menuju sumber air suci seperti laut, sungai, atau danau untuk disucikan.

Air dianggap sebagai simbol pemurnian yang dapat membersihkan kotoran lahir dan batin serta menyeimbangkan alam semesta sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Upacara ini dilakukan dalam 3-4 hari sebelum puncak Hari Raya Nyepi.

Baca Juga: Jadwal Imsak Bali 12 Maret 2026: Jangan Sampai Terlewat Waktu Sahur!

2. Tawur Agung Kesanga

Tahap berikutnya adalah upacara Tawur Agung Kesanga yang biasanya dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Ritual ini bertujuan menjaga keharmonisan alam dan menetralkan energi negatif melalui persembahan atau sesajen.

Upacara ini juga berkaitan dengan konsep keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan dalam ajaran Hindu, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras.

3. Pawai Ogoh-ogoh

Pada malam sebelum Nyepi, masyarakat biasanya menggelar pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan sifat buruk atau kekuatan negatif dalam kehidupan manusia.

Patung tersebut diarak keliling desa atau kota, lalu biasanya dibakar sebagai simbol menghilangkan energi negatif agar tahun baru dapat dimulai dengan suasana yang lebih baik.

Baca Juga: Warga Bali Wajib Tahu: Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026!

4. Hari Raya Nyepi

Puncak perayaan adalah Hari Nyepi itu sendiri yang dijalani selama 24 jam pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama:

  • tidak menyalakan api atau cahaya (Amati Geni),
  • tidak bekerja (Amati Karya),
  • tidak bepergian (Amati Lelunganan),
  • tidak bersenang-senang atau hiburan (Amati Lelanguan).

Selama masa ini, aktivitas dihentikan agar umat dapat melakukan introspeksi, meditasi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

5. Ngembak Geni

Setelah Nyepi berakhir, umat Hindu merayakan Ngembak Geni. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat hubungan sosial, serta memulai kehidupan baru dengan semangat yang lebih baik.

Secara keseluruhan, rangkaian Nyepi bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual mendalam.

Melalui ritual penyucian, pengendalian diri, hingga saling memaafkan, umat Hindu diharapkan dapat memulai Tahun Baru Saka dengan kehidupan yang lebih seimbang, damai, dan harmonis.

Tonton: Prabowo Telepon MBS! Minta Perang Timur Tengah Segera Dihentikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru