kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sudirman-Thamrin hingga GBK jadi alternatif lintasan balap Formula E


Jumat, 07 Februari 2020 / 16:28 WIB
Sudirman-Thamrin hingga GBK jadi alternatif lintasan balap Formula E
ILUSTRASI. Balapan Formula E diusulkan dilakukan di jalan protokol

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, sampai kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi alternatif lintasan turnamen balap mobil listrik Formula E. Lintasan alternatif itu disiapkan karena Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka melarang kawasan Monas dijadikan lintasan balap Formula E. 

Pemprov DKI Jakarta bersama Formula E Operations Limited (FEO) masih meninjau lokasi tersebut pada Jumat (7/2) sore ini. "Sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin, sedikit belok ke GBK," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho saat dihubungi, Jumat (7/2). 

Hari berujar, panjang lintasan tersebut sekitar antara 2,9 kilometer sampai 3,2 kilometer. Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, hingga GBK dipilih menjadi lintasan alternatif karena memenuhi standar lintasan yang ditetapkan Federasi Otomotif Internasional (FIA). 

Baca Juga: Monas tidak diizinkan untuk penyelenggaraan Formula E, Jakpro cari lokasi pengganti

"Kriteria lintasan balap kami pakai grade tiga, artinya jalan arteri atau protokol Jakarta sudah memenuhi standar FIA untuk Formula E," kata Heru. 

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Setya Utama sebelumnya mengatakan, Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka melarang penggunaan Monas untuk arena balapan Formula E. 

Alasannya, Monas merupakan kawasan cagar budaya. Pergelaran Formula E diizinkan jika berlangsung di luar kawasan Monas sehingga tak mengganggu area cagar budaya. 

"Formula E nanti saya sampaikan rapat Komrah (Komisi Pengarah), bahwa Komrah tidak menyetujui apabila dilaksanakan di dalam area Monas dengan banyak pertimbangan. Di sana ada cagar budaya, ada pengaspalan dan lain-lain," ujar Setya di Kantor Kemensetneg, Rabu lalu. 




TERBARU

Close [X]
×