KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sekolah belum akan dibuka meski tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang.
Anies mengatakan, pihaknya saat ini masih akan memantau perkembangan wabah corona (Covid-19) di ibukota. Sebab, salah satu yang paling berisiko terpapar adalah anak-anak.
“Jadi perlu kami tegaskan disini sekolah belum akan dibuka meskipun tahun ajaran akan dimulai tanggal 13 Juli. Tapi dimulainya masih dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi tetap PJJ,” kata Anies di Balaikota, Rabu (1/7).
Baca Juga: PSBB transisi diperpanjang, Pemprov DKI intensifkan pengawasan di pasar dan KRL
Seperti diketahui, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi DKI Jakarta akan diperpanjang selama dua pekan kedepan.
“Akan diteruskan 14 hari ke depan dan kita akan evaluasi lagi sesudah kita dapat perkembangan terbaru,” kata Anies.
Anies menyebutkan, secara umum masih perlu ada peningkatan kedissplinan masyarakat dalam tiga aspek penting. Yakni penggunaan masker, mencuci tangan secara rutin dan menjaga jarak. Ketiga hal ini perlu dijaga dan ditingkatkan.
Anies menambahkan, hasil pantauan Dinas Kesehatan DKI Jakarta tes PCR di Jakarta dilakukan 14.258 per 1 juta penduduk. Artinya Pemprov DKI telah melakukan yang telah dianjurkan Organisasi Keseharan Dunia (WHO). Sebab, WHO mengharuskan suatu wilayah harus melakukan 1.000 tes per 1 juta penduduk.
“DKI Jakarta dengan 11 juta penduduk maka harus melakukan 11.000 tes per minggu,” kata dia.
Anies mengatakan, terdapat dua area yang akan dilakukan peningkatan pengawasan ke depannya. Yaitu pasar dan kereta rel listrik (KRL).
Anies menyebut, terdapat 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode satu bulan ini. Ke depan unsur TNI, Polisi, ASN akan diterjunkan untuk mengawasi secara ketat pasar-pasar di DKI Jakarta.
“Pasar yang dikelola Pemprov DKI melalui PD pasar jaya jumlahnya 153 pasar dan ada sekitar 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas yang sifatnya bukan dikelola oleh institusi pasar jaya tapi beroperasi di masyarakat. Jadi total ada 300 an pasar. Ke 300 pasar ini akan dilakukan pengawasan ketat,” jelas dia.
Anies mengatakan, jam operasi akan dikembalikan normal dan ganjil genap di pasar akan ditiadakan. Akan tetapi, jumlah orang yang masuk ke pasar akan dikendalikan. Yakni jumlah yang masuk ke pasar tidak boleh lebih dari 50 % dari kapasitas di pasar.
“Petugas akan ditempatkan di pintu masuk pasar untuk mengendalikan jumlah orang yang masuk pasar dalam satu waktu,” ucap dia.
Baca Juga: Anies Baswedan perpanjang 14 hari PSBB transisi di ibu kota
Sementara untuk transportasi umum KRL, nanti jajaran TNI, Polisi, Pemprov akan bekerjasama dengan PT KCI untuk bisa memantau pengaturan penumpang di KRL.
“Jadi dua ini yang dalam 14 hari ke depan akan menjadi fokus pengendalian. Tempat-tempat lain relatif terkendali, perkantoran, pertokoan, MRT relatif terkendali. Pasar dan KRL ini yang masih menjadi PR untuk dituntaskan,” kata Anies.
Selain itu, kegiatan car free day diganti dengan kegiatan kawasan pesepeda yang akan tersebar di 32 lokasi. Hal ini untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk olahraga dan mendorong orang menggunakan pesepeda agar jarak aman bisa tercapai.
“Masalah utama kawasan yang ditutup kendaraan bermotor tapi tidak difokuskan untuk pesepeda adalah begitu banyak orang berkerumun jalan kaki dalam jarak yang berdekatan karena itulah kita dorog menggunakan sepeda, karena kalau sepeda pasti harus jaga jarak aman,” ujar dia.
Seperti diketahui PSBB transisi DKI Jakarta akan berakhir pada 2 Juli esok. Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang PSBB transisi guna memutus mata rantai penularan Covid-19 di Ibukota.
Baca Juga: PSBB berakhir, lindungi anak Anda saat di sekolah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News