KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten.
Tantangan utamanya bukan hanya menyiapkan arena pertandingan, tetapi juga memastikan venue, akomodasi, lalu lintas, keamanan, dan layanan kesehatan mampu mendukung puluhan cabang olahraga.
Pada awal September 2026, Tim Panitia Pengawas dan Pengarah KONI Banten bersama Panitia Besar Porprov VII melakukan visitasi ke sejumlah calon venue di Pamulang, Serpong, Setu, Ciputat dan Pondok Aren.
Pemeriksaan mencakup ukuran arena, pencahayaan, ruang ganti, sirkulasi penonton hingga fasilitas pendukung.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Berlaku di Gatot Subroto dan Rasuna Said Hari Ini, Cek Rutenya
Visitasi dilakukan untuk memastikan venue memenuhi standar masing-masing cabang olahraga. Sebab, tidak semua pertandingan bisa digelar di satu lokasi dan sejumlah cabang membutuhkan fasilitas yang berada di luar aset Pemerintah Kota Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangsel sekaligus Ketua Panitia Besar Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan, mengatakan panitia terbuka menggunakan fasilitas milik pemerintah, kampus, perusahaan, instansi maupun swasta selama memenuhi kebutuhan pertandingan.
“Dalam menentukan venue, PB Porprov bersifat sangat terbuka,” kata Pilar dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Selain venue, panitia memetakan kebutuhan akomodasi bagi atlet, ofisial, pendukung dan masyarakat dari luar Tangsel. Koordinasi dengan pelaku perhotelan dilakukan agar kebutuhan penginapan dapat disesuaikan dengan lokasi pertandingan.
Persiapan juga mencakup rekayasa lalu lintas. Mobilitas kontingen dan penonton harus diantisipasi tanpa mengganggu aktivitas warga yang tetap berjalan selama Porprov berlangsung.
“Jangan sampai nanti mengganggu aktivitas orang-orang yang berangkat bekerja atau sekolah,” ujar Pilar.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Imbas Pembangunan MRT Fase 2A Mulai Senin (5/10), Catat Rutenya
Aspek keamanan dan kesehatan turut disiapkan berdasarkan karakter masing-masing cabang olahraga.
Panitia berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan, sementara fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta dipetakan untuk mendukung kebutuhan medis di arena.
Pengamanan juga disiapkan untuk mengantisipasi kerumunan, termasuk pada cabang dengan jumlah penonton besar seperti sepak bola. Sosialisasi kepada penonton terkait larangan membawa senjata tajam, narkotika dan minuman keras juga menjadi bagian dari persiapan.
Seluruh persiapan tersebut melibatkan Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, KONI Banten, Panitia Besar Porprov serta pelaku usaha, rumah sakit dan institusi pendidikan.
Baca Juga: Perhatikan! Berikut Rekayasa Lalu Lintas Saat Gelaran BTN JAKIM 2026
Dengan pelaksanaan Porprov dijadwalkan pada November, Tangsel kini memasuki tahap penyelesaian berbagai detail teknis.
Keberhasilan sebagai tuan rumah akan ditentukan bukan hanya oleh kelancaran pertandingan, tetapi juga kemampuan menjaga venue tetap memenuhi standar, arus lalu lintas berjalan, layanan medis tersedia dan aktivitas masyarakat tetap normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News