kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45696,34   -33,40   -4.58%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tarif tol dalam kota segera naik, apa pendapat ekonom CSIS?


Minggu, 26 Januari 2020 / 18:39 WIB
Tarif tol dalam kota segera naik, apa pendapat ekonom CSIS?
ILUSTRASI. Polisi lalu lintas beraktivitas di ruas jalan tol dalam kota, Jakarta, Rabu (20/11).

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarif tol dalam kota dengan ruas Cawang - Tomang - Pluit dan Cawang - Tanjung Priok - Ancol Timur - Jembatan Tiga/Pluit segera naik.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan, idealnya kenaikan tarif tol tersebut perlu dibarengi dengan ketersediaan moda transportasi publik yang optimal dan memadai.

"Sehingga masyarakat akan memiliki opsi lain untuk melakukan aktivitasnya tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi," ujar Fajar kepada Kontan.co.id, Minggu (26/1).

Baca Juga: Tarif Tol Dalam Kota akan segera naik

Menurut Fajar, pada dasarnya penyesuaian tarif tol merupakan suatu hal yang lumrah terjadi. Apalagi di tengah upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur jalan tol untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, serta menjaga kenyamanan pengguna jalan tol dengan pemeliharaan berkala.

Selain itu, Fajar juga mengira kenaikan tarif tol dalam kota ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar beralih menggunakan moda transportasi publik, seperti Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), dan Bus Feeder.

Namun disayangkan ketersediaan berbagai moda transportasi tersebut saat ini masih belum optimal.

"Jadi kalau ditanya, (kenaikan tarif tol) pasti memberatkan dan akan mengganggu daya beli masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: BPJT sebut 6 ruas jalan tol baru akan dilelang tahun ini




TERBARU

Close [X]
×