Tinjau Kawasan Pantai Bebas Parapat, Jokowi Minta Menparekraf Lakukan Rebranding

Rabu, 02 Februari 2022 | 16:56 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Tinjau Kawasan Pantai Bebas Parapat, Jokowi Minta Menparekraf Lakukan Rebranding

Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR dan Menparekraf meninjau sekaligus meresmikan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat di tepi Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Rabu, 2 Februari 2022.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau sekaligus meresmikan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat di, Kabupaten Simalungun, pada Rabu, 2 Februari 2022. Kehadiran Presiden adalah untuk melihat revitalisasi dan perbaikan-perbaikan fasilitas guna mendukung salah satu destinasi wisata kawasan Danau Toba.

Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi melihat sudah ada perbaikan total dari kawasan wisata tersebut. Oleh karenanya, Jokowi meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) untuk segera melakukan rebranding dari salah satu bagian kawasan wisata Danau Toba tersebut.

"Saya melihat ada sebuah perbaikan-perbaikan total, sehingga nanti Menteri Pariwisata bisa membangun lagi rebranding, membangun lagi diferensiasi sehingga ada pembeda Danau Toba dengan kawasan-kawasan destinasi wisata yang lain," kata Jokowi yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (2/2).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, saat ini di Kawasan Pantai Bebas Parapat sudah dibangun beberapa fasilitas untuk menyajikan pertunjukan seni budaya hingga menara pandang untuk bisa dinikmati oleh masyarakat yang berkunjung ke Danau Toba.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Jalan Bypass Balige di Sumut

Selain itu, untuk menuju Kawasan Pantai Bebas Parapat Jokowi memilih mengendarai motor Kawasaki W175. Keputusan mengendarai motor dilakukan selain untuk menikmati udara segar di Danau Toba juga sekaligus meninjau infrastruktur jalan yang ada di Destinasi Super Prioritas tersebut.

"Sesekali kali menghirup udara segar Danau Toba, karena udara di sini fresh sekali. Rugi kalau kita ngga naik motor dan juga lihat-lihat infrastruktur jalannya mulus nggaknya, tadi udah 80% mulus, ada 20% 10% yang masih berlubang dikit-dikit sampaikan ke Menteri PU," imbuhnya.

Sebagai informasi, pekerjaan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat dengan luas total 10.000 meter persegi menghabiskan biaya sebesar Rp 84,1 miliar. Pekerjaan tersebut meliputi penataan Kawasan Pantai Bebas, pembangunan gerbang kawasan, dan penataan RTP Parapat.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, berharap agar penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat ini dapat meningkatkan daya tarik dari turis domestik maupun juga internasional sehingga bisa menikmati keindahan Danau Toba yang merupakan destinasi super prioritas.

Baca Juga: Jokowi Akan Resmikan Sejumlah Infrastruktur di Sumatra Utara

"Mudah-mudahan dengan hal tersebut, bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Simalungun dan di sekitar kawasan Danau Toba," ujar Diana.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru