kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tol Layang Jakarta-Cikampek diprediksi bisa mengurangi kepadatan 40%


Minggu, 15 Desember 2019 / 11:27 WIB
Tol Layang Jakarta-Cikampek diprediksi bisa mengurangi kepadatan 40%
ILUSTRASI. Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol layang itu tidak memacu kendaraan di

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai pukul 06.05 WIB pagi ini, jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa digunakan atau dilewati kendaraan golongan 1 non bus. Untuk sementara, pengoperasian jalan tol ini tanpa tarif atau gratis. 

PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek memprediksi Tol Layang Jakarta-Cikampek mampu mengurangi kepadatan jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai 40%. "Prediksinya bisa kurangi kepadatan di jalur bawah hingga 40% dari kondisi saat ini," kata General Manager Traffic PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJLC) Aprimon, Minggu.

Baca Juga: Mulai hari ini pukul 06.00 pagi, Tol Layang Japek gratis untuk umum

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Dwimawan Heru mengatakan dengan kondisi seperti ini, maka rasio antara kapasitas jalan dengan volume kendaraan (VC Ratio) akan meningkat. "Selama ini, khususnya di ruas Cikunir-Karawang Barat VC Ratio-nya sudah di atas satu. Jika berkurang 40% volumenya, maka rasionya bisa meningkat ke 0,7," kata Heru.

Dengan VC Ratio sebesar itu, kata Heru, maka pengguna jalan tol di ruas itu memungkinkan pengguna jalan leluasa pindah jalur karena sudah tidak padat lagi. Aprimon mengimbau pengguna di jalan tol layang sepanjang 38 kilometer itu tidak memacu kendaraan di atas 80 km per jam. "Kami sarankan 60-80 km per jam demi keselamatan dan kenyamanan," kata dia.

Baca Juga: Tol Layang Cikampek diresmikan, lalu lintas di bawahnya diprediksi kembali normal

Pihaknya menyiapkan delapan lokasi untuk tempat berputar ke arah sebaliknya (U turn) guna evakuasi jika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya. "Tempat istirahat terdekat setelah melewati jalan tol layang ini di KM 50 sehingga sebaiknya semuanya dipersiapkan baik pengguna maupun kendaraannya," katanya.

Pantauan Antara, rambu dan perlengkapan jalan tol sudah komplit. Hanya saja, ketika kendaraan melintas pada setiap sambungan girder (expansion joint) masih terasa sedikit ketidakrataannya. Namun operator tol layang ini pada pekan lalu telah menyatakan kesiapannya untuk memberi perhatian serius atas hal itu sehingga penggunanya akan lebih aman dan nyaman. (Jessi Carina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tol Layang Jakarta-Cikampek Diprediksi Bisa Kurangi Kepadatan 40 Persen.




TERBARU

Close [X]
×