Peristiwa

Turnamen Domino Surabaya 2026 Dongkrak Ekonomi, UMKM hingga Hotel Ikut Panen

Rabu, 22 April 2026 | 13:37 WIB
Turnamen Domino Surabaya 2026 Dongkrak Ekonomi, UMKM hingga Hotel Ikut Panen

Ribuan peserta mengikuti Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City Convention Hall, Minggu (19/4 (Istimewa/dok)


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Gelaran Surabaya Domino Tournament 2026 yang berlangsung pada 18–19 April di Grand City Convention Hall tak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberi efek berantai ke perekonomian kota.

Ribuan peserta dan pengunjung yang memadati lokasi sejak hari pertama hingga penutupan mendorong perputaran uang, terutama di sektor UMKM, perhotelan, dan pariwisata.

Pemerintah Provisi Jawa Timur menegaskan, ajang seperti ini punya nilai lebih dari sekadar pertandingan. Pemprov menilai ini bukan hanya kompetisi, tapi penggerak ekonomi daerah. 

Baca Juga: Tren Lari Dongkrak Ekonomi, Isoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Peserta

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung. Ia menekankan bahwa pertumbuhan domino tidak lepas dari kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan penyelenggara. 

"Kami punya visi yang sama untuk mengembangkan domino sebagai olahraga profesional yang juga punya nilai ekonomi," katanya dalam keterangannya seperti dikutip, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, dengan jaringan organisasi yang sudah terbentuk di berbagai provinsi, domino memiliki peluang ekspansi lebih luas. 

Salah satu arah pengembangan yang disiapkan adalah menghadirkan Domino Corner di hotel dan pusat perbelanjaan, yang diharapkan bisa mendorong aktivitas pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Baca Juga: Ada Ajang Lari Milo Activ Indonesia Race 2025, UMKM dan Hotel Ikut Ketiban Berkah

Dari sisi penyelenggara, Higgs Games Island (HGI) melihat dampak ekonomi yang tercipta sebagai bagian dari target jangka panjang. Event ini dirancang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kota tuan rumah, termasuk menggerakkan sektor usaha kecil dan meningkatkan daya tarik wisata.

Dampak langsung paling terasa di area UMKM yang menjadi salah satu titik keramaian selama turnamen. Pelaku usaha mencatat lonjakan penjualan signifikan seiring tingginya jumlah pengunjung. Rina Setiawan, pemilik KTB (Kita Tumbuh Bersama), mengaku omzetnya naik drastis. “Penjualan naik sekitar 70–80%, bahkan beberapa produk habis lebih cepat,” ujarnya.

Selain UMKM, sektor perhotelan juga ikut terdorong. Kedatangan peserta dari berbagai daerah meningkatkan tingkat hunian hotel di Surabaya selama gelaran berlangsung, memperkuat posisi kota ini sebagai tuan rumah event komunitas berskala nasional.

Dari sisi kompetisi, turnamen ini dimenangkan oleh Emansyah, pemain asal Gresik, Jawa Timur, yang tampil konsisten sepanjang pertandingan. Ia menyebut ajang berskala besar seperti ini membuka peluang bagi pemain untuk berkembang ke level profesional.

Baca Juga: Ketidakpastian Global Masih Akan Bayangi Ekonomi RI hingga 2027

Momentum ini akan berlanjut lewat HGI City Cup 2026 Surabaya Fest yang digelar pada 25–26 April di Grand City Atrium. Event lanjutan ini akan menggabungkan kompetisi domino dengan karnaval budaya dan pertunjukan musik, sekaligus memperluas dampak ekonomi dan pariwisata.

Dengan tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat, Surabaya Domino Tournament 2026 menunjukkan bahwa olahraga berbasis strategi seperti domino tak hanya berkembang sebagai kompetisi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan penguatan ekosistem komunitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru