UPDATE corona di Jakarta Rabu 15 Juli, positif 15.324, sembuh 9.528, meninggal 706

Rabu, 15 Juli 2020 | 16:43 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
UPDATE corona di Jakarta Rabu 15 Juli, positif 15.324, sembuh 9.528, meninggal 706

ILUSTRASI. Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). UPDATE corona di Jakarta Rabu 15 Juli 2020, kasus positif terkonfirmasi sebanyak 15.324, sembuh 9.528, meninggal 706 orang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA . Gugus Tugas nasional Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan update data corona di Indonesia hingga Rabu 15 Juli 2020. 

Dari laporan itu, kasus Konfirmasi Positif virus corona di Jakartra pada Rabu 15 Juli 2020 sebanyak 15.324 orang atau bertambah 260 jika dibandingkan dengan data hari Selasa (14/7) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan yakni sebanyak 15.064 kasus .

 
Sedangkan kasus sembuh atau istilah barunya discarded corona di Jakarta pada hari Rabu 15 Juli 2020 sebanyak 9.721 atau meningkat 193 orang dibandingkan dengan Selasa 14 Juli yang mencapai 9.528 orang.

Seementara kasus meninggal corona di Jakarta sampai 15 Juli 2020 sebanyak 706 orang atau bertambah 5 orang dibandingkan dengan hari Selasa 14 Juli 2020.

Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta baru menyampaikan update perkembangan terkini corona di Jakarta sampai hingga hari Selasa 14 Juli 2020. 

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, pada Selasa 14 Juli 2020 terdapat penambahan jumlah kasus positif corona di Jakarta sebanyak 275 kasus. 

Dengan tambahan jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta pada hari Selasa 14 Juli 2020 ini maka total akumulasi pasien corona di Jakarta mencapai 14.915 kasus. 

Dari jumlah pasien positif corona di Jakarta tersebut, sebanyak 9.528 orang dinyatakan telah sembuh.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyampaikan sampai Selasa, 14 Juli 2020 ini, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaporkan sebanyak 619 pasien positif corona di Jakarta masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara jumlah akummulasi pasien corona di Jakarta yang meninggal dunia hingga Selasa 14 Juli 2020 jumlahnya mencapai 714 orang atau bertambah empat orang dibandingkan dengan hari Senin 13 Juli 2020.

Sedangkan 4.053 orang melakukan self isolation di rumah.

Sementara untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) corona di Jakarta sampai Selasa 14 Juli 2020 yang masih menjalani pemantauan berjumlah 422 orang dari total akumulasi pada Senin (13 /7) sebanyak 107.726.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di Jakarta sampai Selasa 14 Juli 2020 yang masih menjalani pengawasan sebanyak  957 orang.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan corona di Jakarta dengan menggunakan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19. 

Laboratorim corona di Jakarta ini berlokasi di sebagian lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu dan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit sejak 9 April 2020. 

SELANJUTNYA>>>

Selain itu Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga telah membangun kerjasama dengan jejaring sebanyak 45 laboratorium unutk memeriksa spesimen Covid-19 agar mempercepat proses pelacakan corona di Jakarta.

Pada kesempatan sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyampakan update pemeriksaan PCR corona di Jakarta secara kumulatif sampai dengan 13 Juli 2020 sebanyak 405.241 sampel. 

Adapun khusus Senin 13 Juli 2020 kemarin, pemeriksaan tes PCR corona di Jakarta, dilakukan kepada 4.836 orang.

Pengetesan ini diantaranya sebanyak 4.009 dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru corona di Jakarta. Hasilnya ada sebanyak 275 positif corona di Jakarta dan 3.734 spesimen dinyatakan negatif. 

Sementara pemeriksaan rapid test corona di Jakarta hingga Senin 13 Juli 2020 ini total sebanyak 269.430 orang

Hasil rapid test ini secara persentase positif Covid-19 sebanyak 3,4% dari total tes. Perinciannya 9.239 orang dinyatakan reaktif corona di Jakarta dan 260.191 orang dinyatakan non-reaktif. 

Untuk kasus positif corona di Jakarta langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR. Dan apabila hasilnya tetap positif maka pasien corona tersebut akan dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Ani Ruspitawati kembali menegaskan agar jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mall, objek wisata, pasar, check point Surat Izin Keluar dan Masuk (SIKM), bersama dengan tim terpadu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

Dalam pengetatan protokol kesehatan di pasar, Pemprov DKI Jakarta menurunkan 5.000 ASN untuk mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke pasar agar tidak melebihi 50 % dari kapasitas.

Selain itu, tim juga akan melakukan penindakan berupa denda maupun sanksi sosial kepada pelanggar PSBB, seperti menyapu di trotoar atau bahu jalan dan sekitar pasar dengan menggunakan rompi khusus. Penindakan dengan penutupan turut dilakukan pada lokasi yang seharusnya belum boleh membuka aktivitas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menginformasikan penggunaan SIKM corona di Jakarta sebagai syarat masuk atau keluar Jakarta masih berlaku di masa perpanjangan PSBB Transisi Fase 1.

Untuk itu, bagi masyarakat yang bekerja pada 11 sektor yang diizinkan selama PSBB dan hendak bepergian ke atau dari Jakarta, diharapkan tetap mengurus SIKM melalui situs https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta.

Selama masa PSBB transisi ini Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta imbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antarorang minimal 1,5 meter - 2 meter, dan batasi aktivitasi ke luar rumah jika tidak terlalu penting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Syamsul Azhar

Terbaru