UPDATE vaksinasi corona di Jakarta Kamis (22/7) 6.753.288 orang, 76,6% dari target

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:42 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
UPDATE vaksinasi corona di Jakarta Kamis (22/7) 6.753.288 orang, 76,6% dari target

ILUSTRASI. Seorang anak menunjukkan kartu vaksinnya saat vaksinasi Covid-19 khusus anak usia 12-17 tahun di Mal Phinisi Point Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/7). UPDATE vaksinasi corona di Jakarta Kamis (22/7) 6.753.288 . ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mempercepat program vaksinasi virus corona di Jakarta

Percepatan program vaksinasi virus corona di Jakarta ini bertujuan agar DKI Jakarta segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Dalam sehari Kamis (22/7) vaksinasi corona di DKI Jakarta dilakukan kepada 147,140 orang.

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta Kamis (22 /7) positif 7.058 sembuh 10.631 meninggal 194

Perinciannya sebanyak 101.277 orang menjalani vaksinasi corona di Jakarta untuk penyuntikan dosis pertama.

Sementara untuk penyuntikan vaksin corona dosis kedua dalam program vaksinasi corona di Jakarta mencapai sebanyak 45.863 orang. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan hal ini Kamis, 22 Juli 2021 dalam pernyataan tertulis. 

Baca Juga: Jumlah anak positif Covid-19 melonjak, ini yang harus dilakukan orang tua

Dengan pencapaian vaksinasi corona di Jakarta secara harian sebanyak 147.140 orang, maka realisasi pelaksanaan Vaksinasi Program, untuk vaksinasi corona di Jakarta penyuntikan dosis  pertama saat ini total sebanyak 6.753.288 orang. 

Pencapaian ini setara dengan 76,6% dari total target populasi yang akan divaksinasi virus corona di Jakarta.

Sedangkan, total vaksinasi corona di Jakarta untuk penyuntikan vaksin dosis 2 hingga Kamis (22/7) mencapai 2.067.633 orang atau setara 23,5% dari total target populasi. 

SELANJUTNYA>>>

Adapun target vaksinasi corona di Jakarta yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo agar dipenuhi pada akhir Agustus adalah 7,5 juta penduduk usia 12 tahun ke atas. 

Sementara, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan target vaksinasi corona di Jakarta dengan total 8,8 juta penduduk Jakarta divaksin untuk menciptakan kekebalan komunitas.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan pencapaian vaksinasi corona di Jakarta untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 36,3% populasi. 

Baca Juga: UPDATE vaksinasi corona di Jakarta Rabu 21 Juli 2021 sudah 6.652.011, sekitar 75,5%

Sedangkan vaksinasi corona di Jakarta kepada warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 73% populasi

Adapun realisasi vaksinasi corona di Jakarta dosis 2 untuk populasi usia 18-59 tahun, sebanyak 19,3%. 

Dwi juga menyampaikan realisasi vaksinasi corona di Jakarta kepada kelompok lansia, untuk penyuntukan vaksin dosis 1 telah dilakukan sebanyak 69,1% 

Sedangkan vaksinasi corona di Jakarta bagi lansia untuk penyuntikan dosis 2 telah dilakukan kepada sebanyak 59,3% populasi. 

Baca Juga: Menko Luhut prediksi pandemi membaik dalam lima hari mendatang, ini syaratnya

Sementara realisasi vaksinasi corona di Jakarta untuk program vaksin gotong royong, untuk penyuntikan vaksin dosis 1 telah diberikan kepada 139.632 orang dan dosis 2 sebanyak 77.080 orang.

Agar program vaksinasi corona di Jakarta bisa berjalan lancar sesuai target, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, warga segera melakukan vaksinasi di tempat- tempat yang telah ditentukan.

Warga dapat langsung ke tempat fasilitas kesehatan maupun sentra-sentra vaksinasi corona di Jakarta.

SELANJUTNYA>>>

Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi corona di Jakarta Dwi menyarankan kepada warga yang ingin mendapatkan vaksinasi corona di Jakarta agar mendaftar secara online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. 

Dengan mendaftar vaksinasi corona di Jakarta secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online.

Untuk menemukan tempat vaksinasi corona di Jakarta, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan "vaksin Covid-19", warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih.

Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi corona di DKI Jakarta adalah:

  1. - Warga ber-KTP DKI Jakarta,
  2. - Warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT),
  3. - Pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja).

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19, Kamis (22/7): Vaksinasi lengkap baru 8,11% dari target

  • Penambahan kasus baru

Pada kesempatan itu, Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. 

Seiring dengan menerapkan testing, tracing treatment (3T), vaksinasi Covid-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas. 

Kendati demikian, masih membutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

SELANJUTNYA>>>

Mengingat, vaksinasi Covid-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. 

Hal ini terlihat dari kasus positif corona di Jakarta yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.

Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 38.740 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 28.512 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 7.058 positif dan 21.454 negatif. 

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 10.308 orang dites, dengan hasil 809 positif dan 9.499 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. 

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 207.339 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 474.634 per sejuta penduduk," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 3.739 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 86.198 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 770.487 kasus. 

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 673.424 dengan tingkat kesembuhan 87,4%, dan total 10.865 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%.

SELANJUTNYA>>>

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 27%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2%. 

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

  • Penegakan hukum

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan. 

Begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 21 Juli 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban, terdiri dari operasi masker, penertiban pada restoran, rumah makan, warung makan, dan kafe, serta pada perkantoran, tempat kerja, dan tempat usaha dengan total denda sebesar Rp 1.750.000. 

Selain itu, terdapat 11 restoran, rumah makan, warung, makan, dan kafe yang dilakukan penghentian sementara. Selain itu, terdapat 1 perkantoran dan 15 tempat usaha lainnya juga dihentikan sementara.

Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru