Peristiwa

Warga Jakarta Diminta Hindari Aktivitas Luar Ruangan Pukul 11.00-15.00, Mengapa?

Rabu, 15 April 2026 | 07:53 WIB
Warga Jakarta Diminta Hindari Aktivitas Luar Ruangan Pukul 11.00-15.00, Mengapa?

ILUSTRASI. Suhu panas ekstrem akibat El Nino Godzilla mengancam kesehatan warga Jakarta. Hindari jam rawan saat beraktivitas di luar ruangan.(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Warga Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB imbas cuaca panas ekstrem. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca panas ekstrem dari fenomena iklim El Nino "Godzilla" yang diprediksi melanda wilayah Jabodetabek pada April hingga Oktober 2026. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan beraktivitas di bawah terik matahari pada rentang waktu tersebut berisiko tinggi memicu masalah kesehatan, mengingat suhu udara tengah mencapai titik puncaknya. 

"El Nino ekstrem menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan. Hindari beraktivitas di luar ruangan saat suhu udara sangat tinggi, terutama antara pukul 11.00 hingga pukul 15.00 WIB," kata Ani kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (14/4/2026). 

Jika terpaksa harus keluar rumah atau bekerja di lapangan pada rentang waktu tersebut, Ani meminta agar warga melindungi diri untuk mencegah dehidrasi, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasan. 

"Pastikan untuk banyak minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Kami juga menyarankan warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan polusi udara," ucap Ani. 

Baca Juga: Cuaca Palu dan Poso Terbaru Hari Ini 15 April 2026, Berapakah Suhunya?

Perlindungan untuk kulit juga sangat disarankan karena rendahnya kelembaban dapat membuat kulit kering dan rentan iritasi akibat paparan sinar ultraviolet (UV). 

"Gunakan pelindung seperti topi atau payung bila berada di luar ruangan, serta gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF yang tinggi," tambahnya. 

Ani menjelaskan, paparan panas ekstrem selama El Nino ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat berdampak pada menurunnya kekebalan tubuh. Kombinasi cuaca panas dan udara kering tersebut bahkan disebut dapat memicu komplikasi berbagai penyakit. 

"Suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru," jelas Ani. 

Selain sengatan panas di kulit, kemarau panjang imbas El Nino juga berimbas pada memburuknya kualitas udara dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Ani sangat menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama, khususnya bagi kelompok populasi yang paling rentan seperti anak-anak dan kelompok lanjut usia (lansia). 

Fenomena El Nino Godzilla 

Sebagai informasi, fenomena El Nino "Godzilla" diprediksi berpotensi terjadi di Indonesia selama musim kemarau tahun ini, sekitar April hingga Oktober 2026. Istilah ini ramai dibahas karena dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem berupa kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), istilah "Godzilla" bukan merupakan terminologi resmi dalam klimatologi. Secara ilmiah, El Nino hanya diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu lemah, moderat, dan kuat. 

Istilah "Godzilla" lebih bersifat populer untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas. Di Indonesia, istilah ini kembali digunakan setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut potensi kombinasi El Nino kuat dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperparah kondisi kering. 

Berdasarkan proyeksi BRIN, potensi kombinasi El Nino dan IOD positif dapat terjadi pada periode musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026. 

Jika El Nino kuat benar terjadi, dampaknya dapat terasa cukup luas, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara. 

Dampak utama yang umum terjadi antara lain: 

  • Penurunan curah hujan dan kemarau lebih panjang 
  • Berkurangnya ketersediaan air di waduk, sungai, dan sumur 
  • Gangguan sektor pertanian dan penurunan hasil panen 
  • Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan 

BRIN menyebutkan bahwa pengaruh El Nino dapat semakin kuat jika terjadi bersamaan dengan IOD positif, yang menyebabkan pendinginan suhu laut di sekitar Sumatera dan Jawa sehingga pembentukan awan hujan semakin berkurang. 

Tonton: Wacana War Tiket Haji, Kemenhaj Diingatkan Soal UU 14/2025

Selain kekeringan, kondisi panas dan kering juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

(Ridho Danu Prasetyo, Faieq Hidayat)

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/14/12035561/fenomena-el-nino-godzilla-warga-jakarta-diminta-hindari-aktivitas-siang?page=1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru