Peristiwa

7% Wilayah Indonesia yang Sudah Masuk Musim Kemarau April 2026, Cek Daftarnya

Selasa, 07 April 2026 | 05:24 WIB
7% Wilayah Indonesia yang Sudah Masuk Musim Kemarau April 2026, Cek Daftarnya

ILUSTRASI. Hingga akhir Maret, baru 7% wilayah Indonesia masuk musim kemarau. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa peralihan menuju musim kemarau terjadi secara bertahap di berbagai daerah.

BMKG juga melaporkan bahwa fase awal musim kemarau tahun ini masih terbatas di sebagian kecil wilayah.

Dilansir dari Kompas TV, Senin (6/4/2026), berdasarkan data Zona Musim (ZOM), hingga akhir Maret 2026 baru sekitar 7% wilayah Indonesia atau setara 49 ZOM yang telah mengalami musim kemarau.

Informasi mengenai wilayah yang mulai memasuki musim kemarau ini penting diketahui masyarakat sebagai acuan dalam mengantisipasi cuaca kering, terutama untuk sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga aktivitas sehari-hari.

Lalu, wilayah mana saja yang sudah mengalami kemarau pada April 2026?

Baca Juga: Imbas Konflik AS-Iran, Ekspor Jateng Berpotensi Turun Sekitar US$ 300 Juta

Wilayah Indonesia yang sudah masuk musim kemarau April 2026

Sebaran wilayah yang mulai memasuki musim kemarau tersebut masih belum merata dan umumnya terjadi di sejumlah daerah di Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Barat.

BMKG memperkirakan jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Peningkatan ini diperkirakan terjadi terutama pada periode April hingga Juni 2026 seiring peralihan musim yang berlangsung bertahap di berbagai daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mencatat wilayah yang telah memasuki musim kemarau antara lain Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, dan sebagian Sulawesi Tenggara.

Lalu sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.

Berikut daftar wilayah yang telah memasuki musim kemarau:

  • Sebagian kecil Aceh
  • Sebagian kecil Sumatera Utara
  • Sebagian kecil Riau
  • Sebagian Sulawesi Tengah
  • Sebagian kecil Gorontalo
  • Sebagian Sulawesi Barat
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sebagian Sulawesi Tenggara
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sebagian kecil Maluku
  • Sebagian kecil Papua Barat

Baca Juga: Jakarta Masih Dilanda Pancaroba hingga 9 April, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” kata Faisal dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Peluang El Nino di semester kedua 2026

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan BMKG memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini.

Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase netral.

Namun, Ardhasena, menyatakan pemodelan iklim menunjukkan ENSO dapat berkembang menjadi fase El Nino pada semester kedua pada 2026.

“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80 persen, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20 persen) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," beber Ardhasena.

Berdasarkan perkiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia atau 61,4 persennya mengalami puncak kemarau di Agustus 2026.

Sebagian besar wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dan panjang dari normalnya.

Potensi Godzilla El Nino

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemunculan fenomena “Godzilla El Nino” di Indonesia yang berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Cuaca Ekstrem BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator.

Beberapa model global memprediksi El Nino mulai terjadi sejak April 2026 yang bakal diperkuat dengan fenomena IOD positif.

"Dampaknya pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan," ungkap Erma.

Fenomena IOD positif diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut dekat Sumatera dan Jawa.

Tonton: Begini Strategi Blue Bird (BIRD) Hadapi Potensi Kenaikan Harga BBM

Sehingga menyebabkan wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan signifikan.

Erma memprediksi, kondisi terrsebut bakal berlangsung selama periode musim kemarau yakni April hingga Oktober 2026.

"Dampak El Niño-IOD positif pada April -Juli 2026, data dari model prediksi musim yang dikembangkan oleh BRIN menunjukkan kemarau yang bersifat kering terjadi di sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur," ucap dia.

Sebaliknya, wilayah di Sulawesi dan Maluku, Halmahera, Maluku, sebagian besar masih akan mengalami curah hujan tinggi.

(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Zintan Prihatini | Editor: Bambang P. Jatmiko)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/06/203000465/daftar-wilayah-indonesia-yang-sudah-masuk-musim-kemarau-april-2026-mana?page=1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua

Video Terkait


Terbaru