Nusantara

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Melawi Kalbar, 14 Desa Terdampak

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:49 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Melawi Kalbar, 14 Desa Terdampak

ILUSTRASI. Banjir bandang melawai (KONTAN/KOMPAS.COM) Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Melawi, Kalbar sejak Kamis (8/1/2026) memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Kamis (8/1/2026) memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. 

Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan 14 desa terdampak dan mengganggu akses warga. 

Kapolres Melawi AKBP Haris Batara Simbolon mengatakan, peristiwa banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, serta Ella Hilir. 

“Curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama mengakibatkan beberapa sungai meluap, sementara kondisi tanah di wilayah perbukitan menjadi labil dan rawan longsor,” kata Haris kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Download Logo HUT ke-69 Kalimantan Timur 2026: Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas

Haris mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, maupun wilayah perbukitan agar tetap waspada. Pantau kondisi lingkungan sekitar dan segera laporkan kepada aparat setempat apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Haris. 

Haris memperkirakan, cuaca di Kabupaten Melawi masih akan berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada pagi dan malam hari. 

Wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan antara lain Nangapinoh, Ella Hilir, Pinoh Selatan, Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, dan Tanah Pinoh Barat. 

Dampak Banjir dan Longsor 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Daniel menyampaikan, berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat, ada 14 desa yang terdampak banjir dan tanah longsor. 

Di Kecamatan Tanah Pinoh, banjir merendam empat desa, yakni Desa Bata Luar, Desa Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Pelita Kenaya. 

Di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, banjir terjadi di Desa Keluas Hulu, Desa Harapan Jaya, Desa Laja, Desa Lintah Taum, Desa Ulak Muid, Desa Pelita Jaya, dan Desa Bukit Raya. 

Sementara di Kecamatan Belimbing, banjir melanda Desa Balai Agas dan Desa Upit. Kemudian di Kecamatan Ella Hilir, tepatnya di Desa Bemban Permai, tanah longsor menutup akses jalan desa akibat material longsoran. 

“Hujan lebat menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap, serta memicu tanah longsor di beberapa titik,” jelas Daniel. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai surut pada sore hari.

Hingga saat ini, aparat gabungan dari Polres Melawi, BPBD, serta instansi terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak guna mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

Baca Juga: Maybank Marathon Digelar Agustus, Bidik Kontribusi Ekonomi BaliRp 300 Miliar

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/01/09/135554078/melawai-kalbar-diterjang-banjir-bandang-dan-longsor-14-desa-terdampak.

Selanjutnya: Bos Pertamina Bertemu Purbaya, Singgung Integrasi Hilir hingga Usulan Insentif Pajak

Menarik Dibaca: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru