Jabodetabek

Banjir Jakarta Meluas: 59 RT dan 30 Ruas Jalan Masih Tergenang

Senin, 12 Januari 2026 | 21:13 WIB
Banjir Jakarta Meluas: 59 RT dan 30 Ruas Jalan Masih Tergenang

ILUSTRASI. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih meluas hingga Senin (12/1/2026) malam. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih meluas hingga Senin (12/1/2026) malam.

Hingga pukul 18.00 WIB, genangan tercatat merendam 59 RT dan 30 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan tergenang. Adapun data wilayah terdampak,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan saat dikonfirmasi, Senin.

Baca Juga: Banjir Jakarta Lumpuhkan Jalan Utama, Motor Diizinkan Masuk Jalan Tol

Di Jakarta Barat, banjir merendam 12 RT yang tersebar di empat kelurahan.

Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, tiga RT terendam dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter.

Tiga RT lainnya di Kelurahan Rawa Buaya tergenang hingga 50 sentimeter.

Sementara itu, banjir di Kelurahan Kamal merendam empat RT dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter, dan dua RT di Kelurahan Tegal Alur terendam hingga 75 sentimeter.

“Seluruh wilayah tersebut masih dalam penanganan petugas,” kata Yohan.

Jakarta Selatan mencatat 20 RT terdampak banjir yang tersebar di tujuh kelurahan.

Baca Juga: Waspada! 4 Titik Banjir Jakarta Hari Ini Ancam Kendaraan Anda

Banjir terjadi di Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur.

“Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter. Genangan tertinggi mencapai 100 sentimeter di Kelurahan Pejaten Timur. Selain hujan deras, banjir di wilayah ini juga dipicu oleh luapan Kali Krukut,” ujarnya.

Di Jakarta Timur, banjir merendam 18 RT di lima kelurahan, yakni Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.

Ketinggian air berkisar antara 35 hingga 100 sentimeter.

Banjir di wilayah ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Sementara itu, di Jakarta Utara, genangan tercatat terjadi di sembilan RT yang tersebar di Kelurahan Tanjung Priok, Lagoa, dan Kebon Bawang.

Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter dan hingga kini masih dalam penanganan.

Selain permukiman warga, masih ada 30 ruas jalan masih tergenang banjir.

Ruas jalan tersebut antara lain Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Tugu Utara, Jalan Rorotan 10 di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan, Jalan Pegangsaan Dua dan sekitarnya di Kelurahan Pegangsaan Dua, termasuk Jalan Rawa Indah, Jalan Hybrida, Jalan Arteri, serta depan Apartemen Greenhill dan RJTM.

Genangan juga terjadi di Jalan Agung Karya VI, Kelurahan Sungai Bambu, Jalan Jampea RW 007 di depan Makam Mbah Priok, Jalan Deli RW 007, Lorong 22 RW 007, Lorong Z RW 001 di Kelurahan Koja, serta Jalan Muara Baru kawasan Pluit Sea View, Kelurahan Penjaringan.

Di wilayah Kebon Bawang, genangan merendam Jalan Swasembada Raya RW 14, Jalan Raya Bakti, Jalan Kebon Bawang VI, dan Jalan Swasembada Barat XXII.

Sementara itu, genangan juga terjadi di Jalan Plumpang Semper, Jalan Mahoni depan Kantor Kelurahan Tugu Utara, Jalan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jalan Gunung Sahari depan Lantamal, dan Jalan RE Martadinata depan Stasiun Ancol.

Di Jakarta Barat, sejumlah ruas jalan yang masih tergenang antara lain Jalan Utama Raya di Wijaya Kusuma, Jalan Lingkar Luar Barat, Jalan Ruko Mutiara Palem Raya, Jalan Kamal Raya, Jalan Daan Mogot, serta Jalan Pol PPD di Kelurahan Kedaung Kali Angke.

Baca Juga: Motor Melintas di Tol Dalam Kota, Diskresi Dirlantas Imbas Banjir di Sunter

Namun, sejumlah ruas jalan serta dua RT di Kelurahan Tengah dan Cilandak Timur telah dinyatakan surut.

Warga Mengungsi

BPBD DKI Jakarta juga mencatat dampak banjir membuat warga mengungsi ke sejumlah lokasi.

Di Jakarta Barat, pengungsi berada di Masjid Al Falah, Kelurahan Kamal, dengan jumlah 500 kepala keluarga atau 700 jiwa.

Selain itu, 30 kepala keluarga atau 130 jiwa mengungsi ke rumah susun di Kelurahan Tegal Alur.

Di Jakarta Selatan, pengungsi tercatat berada di Mushola Nurul Iman, Kelurahan Cipete Utara, dengan jumlah empat kepala keluarga atau delapan jiwa.

Sementara di Jakarta Utara, pengungsi tersebar di beberapa lokasi di Kelurahan Kebon Bawang dan Lagoa, dengan total ratusan kepala keluarga.

BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan susulan, terutama saat hujan masih turun.

Dalam kondisi darurat, warga diminta menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa.

Selanjutnya: Operasi Tambang Martabe Dihentikan Sementara, UNTR Tunggu Evaluasi Pemerintah

Menarik Dibaca: 5 Efek Negatif Makanan Tinggi Gula untuk Kulit, Bikin Cepat Tua dan Jerawatan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru