Jabodetabek

BUMD Jakarta Akan Mengimpor 7.500 Sapi Australia untuk Persiapan Lebaran 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 13:21 WIB
BUMD Jakarta Akan Mengimpor 7.500 Sapi Australia untuk Persiapan Lebaran 2026

ILUSTRASI. Langkah darurat impor 7.500 sapi Australia disiapkan untuk menstabilkan harga daging Ramadhan.(Dok/Barantin)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga daging menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026. 

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan kebijakan impor tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Hingga kini, proses administrasi perizinan masih berjalan. 

“Untuk saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini,” ujar Raditya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026). 

Baca Juga: Anomali Cuaca Jakarta: Hanya 2 Hari Berawan, Sisanya Hujan hingga Petir

Setelah izin impor diterbitkan, Perumda Dharma Jaya baru dapat memulai proses pembelian sapi hidup dari Australia. Menurut Raditya, rekomendasi impor tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas). 

Impor dilakukan bertahap

Raditya menjelaskan, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin pada tahun sebelumnya. Jika seluruh perizinan rampung sesuai rencana, proses pembelian sapi diperkirakan dapat dimulai pada Februari 2026. 

Adapun waktu kedatangan sapi hidup dari Australia diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga pekan setelah transaksi dilakukan. 

Baca Juga: Prakiraan BMKG 16/1/2026: Semua Kota Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan

“Impor sapi akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kapasitas kandang yang kami miliki. Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi,” ungkap Raditya. 

“Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor,” ujarnya. 

Meski demikian, Perumda Dharma Jaya tengah mencari lahan tambahan untuk memperluas kapasitas kandang yang ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 ekor sapi hidup. 

Raditya menyebutkan, kandang yang ada di Serang tidak memungkinkan untuk diperluas karena peruntukan lahannya telah ditetapkan sebagai kawasan agrowisata. 

Selain itu, skema pembelian sapi impor akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Raditya mengungkapkan, saat ini stok sapi milik Perumda Dharma Jaya hampir sepenuhnya terserap pasar. 

“Alhamdulillah, stok sapi kami sebelumnya habis. Saat ini masih tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk persiapan bulan puasa,” ungkapnya. 

Perumda Dharma Jaya melayani permintaan sapi dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Serang dan sejumlah daerah di Jawa Barat. 

Menurut Raditya, permintaan sapi impor terutama datang dari para pedagang yang mempertimbangkan faktor genetik dan kualitas sapi impor yang dinilai berbeda dibandingkan sapi lokal. 

“Permintaan sapi impor datang dari para pedagang. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/01/16/13135011/persiapan-lebaran-2026-bumd-jakarta-rencana-impor-7500-sapi-australia.

 

Selanjutnya: Prancis Peringatkan AS soal Greenland, Hubungan Dagang Uni Eropa Terancam

Menarik Dibaca: Promo HokBen Gratis: Cuma Download Aplikasi HokBenAja, Langsung Dapat Irodori Bento

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru