KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada Minggu (8/2/2026) dan Senin (9/2/2026).
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG berbagai kanal informasi, antara lain www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg,” terang BMKG dikutip dari laman resmi.
Masyarakat juga diharapkan agar menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.
Penyebab hujan lebat dan angin kencang
BMKG menerangkan, dinamika atmosfer dari skala lokal hingga global memengaruhi cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan.
Salah satunya, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan fase La Nina lemah, dengan Southern Oscillation Index (SOI) tercatat +11.6 dan indeks Nino 3.4 sebesar −0.75. Indikator tersebut mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.
Lalu, ada sirkulasi siklonik yang diprediksi terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Lampung, dan Laut Coral.
Baca Juga: Waspada! Cuaca Surabaya 12 Feb: Risiko Hujan Petir & Lembap Ekstrem
Sistem tersebut menginduksi terbentuknya daerah konvergensi di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Sumatera Utara, dan Samudra Hindia barat Lampung.
Daerah konvergensi lain juga diperkirakan terbentuk di pesisir selatan Jawa Barat hingga pesisir selatan Jawa Timur, pesisir selatan Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan hingga Papua Nugini.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis/sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” beber BMKG.
Monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat terhadap kondisi cuaca di Indonesia, paling tidak hingga dasarian kedua Februari.
Dalam beberapa hari ke depan, terpantau adanya pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia.
Kondisi tersebut terlihat dari nilai Indeks Surge yang diprakirakan signifikan, disertai peningkatan angin utara serta indeks CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berada pada kategori tinggi.
Oleh karena itu, potensi cuaca di wilayah Indonesia bagian selatan diprakirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan untuk terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di beberapa wilayah Indonesia.
Baca Juga: Cuaca Makassar & Parepare Hari Ini 12 Februari 2026, Cek Suhunya dari BMKG