KONTAN.CO.ID - Indonesia memiliki 69 gunung api yang dipantau aktivitasnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Berdasarkan data MAGMA Indonesia melalui situs magma.esdm.go.id per 6 September 2026, terdapat 5 gunung api berstatus Level III (Siaga), 22 gunung Level II (Waspada), dan 42 gunung Level I (Normal).
Tidak ada gunung api yang berada pada Level IV atau status Awas. Data yang sama juga tercantum pada laman Kementerian ESDM.
Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam beberapa hari terakhir.
Salah satunya adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami episode erupsi menerus hingga sekitar 25 jam.
Meski episode erupsi tersebut telah berakhir, status Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).
Baca Juga: Resmi! 12 Perjalanan KRL Jabodetabek Ini Dibatalkan Selama 7-30 September 2026
Daftar Status Gunung Api Indonesia
-
Level IV (Awas): 0 Gunung
Tidak ada gunung api di Indonesia yang berada pada Level IV atau Awas.
Level IV merupakan tingkat aktivitas tertinggi. Status ini diberikan ketika hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau ketika gunung api sedang mengalami erupsi.
-
Level III (Siaga): 5 Gunung
Status ini menunjukkan hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.
Kelima gunung tersebut adalah:
- Anak Krakatau - Lampung
- Lewotobi Laki-laki - Nusa Tenggara Timur
- Merapi - Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
- Semeru - Jawa Timur
- Sinabung - Sumatera Utara
Baca Juga: Kalender Lunar China 7-13 September 2026: Cek Aktivitas yang Dianjurkan Pekan Ini
-
Level II (Waspada): 22 Gunung
Status ini menunjukkan hasil pengamatan visual dan instrumental mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung, aktivitas erupsi juga dapat terjadi.
Berikut daftar 22 gunung api berstatus Waspada:
- Anak Ranakah - Nusa Tenggara Timur
- Awu - Sulawesi Utara
- Banda Api - Maluku
- Bromo - Jawa Timur
- Bur Ni Telong - Aceh
- Dempo - Sumatera Selatan
- Dukono - Maluku Utara
- Gamalama - Maluku Utara
- Ibu - Maluku Utara
- Ili Lewotolok - Nusa Tenggara Timur
- Iya - Nusa Tenggara Timur
- Karangetang - Sulawesi Utara
- Kerinci - Jambi dan Sumatera Barat
- Lokon - Sulawesi Utara
- Marapi - Sumatera Barat
- Raung - Jawa Timur
- Rinjani - Nusa Tenggara Barat
- Sangeangapi - Nusa Tenggara Barat
- Slamet - Jawa Tengah
- Soputan - Sulawesi Utara
- Sorikmarapi - Sumatera Utara
- Tambora - Nusa Tenggara Barat
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Tangsel hingga Bogor Terapkan PJJ
-
Level I (Normal): 42 Gunung
Berdasarkan keterangan MAGMA Indonesia, hasil pengamatan visual dan instrumental dapat mengalami fluktuasi, tetapi tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan.
Berikut adalah daftarnya:
- Agung - Bali
- Ambang - Sulawesi Utara
- Arjuno Welirang - Jawa Timur
- Batur - Bali
- Batutara - Nusa Tenggara Timur
- Ciremai - Jawa Barat
- Colo - Sulawesi Tengah
- Dieng - Jawa Tengah
- Ebulobo - Nusa Tenggara Timur
- Egon - Nusa Tenggara Timur
- Galunggung - Jawa Barat
- Gamkonora - Maluku Utara
- Gede - Jawa Barat
- Guntur - Jawa Barat
- Hobal - Nusa Tenggara Timur
- Ijen - Jawa Timur
- Ile Werung - Nusa Tenggara Timur
- Ili Boleng - Nusa Tenggara Timur
- Inielika - Nusa Tenggara Timur
- Inierie - Nusa Tenggara Timur
- Kaba - Bengkulu
- Kelimutu - Nusa Tenggara Timur
- Kelud - Jawa Timur
- Kie Besi - Maluku Utara
- Lamongan - Jawa Timur
- Lereboleng - Nusa Tenggara Timur
- Lewotobi Perempuan - Nusa Tenggara Timur
- Mahawu - Sulawesi Utara
- Papandayan - Jawa Barat
- Peut Sague - Aceh
- Rokatenda - Nusa Tenggara Timur
- Ruang - Sulawesi Utara
- Salak - Jawa Barat
- Seulawah Agam - Aceh
- Sirung - Nusa Tenggara Timur
- Sumbing - Jawa Tengah
- Sundoro - Jawa Tengah
- Talang - Sumatera Barat
- Tandikat - Sumatera Barat
- Tangkoko - Sulawesi Utara
- Tangkuban Parahu - Jawa Barat
- Wurlali - Maluku
Masyarakat di sekitar gunung api tetap perlu mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, serta MAGMA Indonesia, karena status aktivitas gunung api dapat berubah berdasarkan hasil pemantauan terbaru.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Ini Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News