KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta dan Bogor akan didominasi oleh kondisi kering dan bebas dari potensi hujan pada Senin (14/9) malam
Berdasarkan analisis sumber citra satelit dari BMKG melalui satelit Himawari-9 terbaru per pukul 17.30 WIB, atmosfer di atas wilayah Jabodetabek saat ini menunjukkan dinamika cuaca yang sangat stabil, ditandai dengan minimnya tutupan awan hujan.
Pantauan visual dari citra Cloud Type dan Rainfall Potential sumber citra satelit dari BMKG menunjukkan seluruh area DKI Jakarta berada dalam kategori "Clear" atau langit bersih dengan potensi hujan 0%.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Bogor, termasuk wilayah Bogor Barat.
Seluruh indikator awan konvektif (Cumulonimbus) terpantau nihil pada peta pemantauan BMKG, mengindikasikan tidak adanya pasokan hujan lokal atau hujan orografis yang biasanya sering terjadi di lereng pegunungan Bogor pada sore menjelang malam hari.
Baca Juga: Kalender Lunar China 14-20 September 2026: Catat Aktivitas Baik Anda Pekan Ini
Dampak Angin Monsun Australia
Penyebab utama dari minimnya curah hujan ini adalah pergerakan Angin Monsun yang bertiup kencang secara konsisten dari arah Timur-Tenggara. Massa udara kering yang dibawa dari Benua Australia ini bertindak efektif menyapu bersih kelembapan udara dan sisa uap air di atas Pulau Jawa menuju ke arah Samudra Hindia.
Melalui produk Water Vapor Enhanced yang dirilis dalam sumber citra satelit dari BMKG, wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat saat ini tampak dikepung oleh zona berwarna cokelat tua pekat, yang secara ilmiah mengonfirmasi bahwa lapisan atmosfer atas sedang berada dalam kondisi sangat kering (Dry).
Baca Juga: Kalender Jawa 14-20 September 2026: Cek Aktivitas Baik dan Perlu Dihindari
Waspada Udara Gerah Menyengat
Meski dipastikan aman dari guyuran hujan, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi fenomena udara pengap dan gerah (sumuk) yang cukup intens pada malam ini.
Tekanan udara kering dari lapisan atas bertindak serupa "tutup wadah" yang memerangkap radiasi panas matahari siang tadi di dekat permukaan bumi. Pada saat yang sama, beton-beton bangunan dan aspal jalanan di kawasan urban seperti Jakarta mulai melepaskan kembali kalori panas tersebut ke udara.
Bagi masyarakat komuter yang melakukan perjalanan malam dari Jakarta menuju Bogor atau sebaliknya, cuaca dipastikan sangat mendukung kelancaran transportasi luar ruangan. Kendati demikian, masyarakat disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman, tipis, serta menjaga kecukupan hidrasi tubuh guna mengantisipasi suhu malam yang cenderung gerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News