KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Patra Niaga mendorong pengelolaan sampah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Go Sari lewat Fuel Terminal Rewulu sejak 2023.
Melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi sampah dari sumbernya, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengelolaan hingga menciptakan nilai ekonomi.
Saat ini, TPS3R Guwosari mampu mengelola sekitar 4,5 ton sampah setiap hari dan mampu membuka green jobs bagi 27 orang pekerja, yang telah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, Program Go Sari merupakan contoh bahwa keberlanjutan dapat dibangun dari hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Kebut Penyelesaian Infrastruktur LRT Kelapa Gading - Manggarai
Dia bilang, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana upaya tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Di Guwosari, kita melihat bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dikelola menjadi peluang, membuka ruang usaha, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Mars Ega dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Menurut Mars Ega, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ini menunjukkan keberadaan Pertamina Patra Niaga tidak hanya bertugas dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberikan economic and social value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pada kesempatan yang sama, VP Community, Involvement, & Developmeny Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati mengatakan, pengembangan Go Sari dirancang untuk membangun ekosistem yang memberikan manfaat secara berkelanjutan, mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.
"Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang,” jelas Dian.
Baca Juga: Pengetatan Aturan Tembakau Berisiko Tekan Lapangan Kerja di Daerah
Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, TPS3R Guwosari juga berkembang menjadi pusat edukasi pengelolaan lingkungan. Sebanyak 21 instansi dan perguruan tinggi juga telah menjadikan TPS3R Guwosari sebagai lokasi pembelajaran mengenai praktik pengelolaan sampah.
Dampak sosial program ini juga diperluas melalui kolaborasi dengan Rutan Kelas IIB Bantul. Sebanyak 30 warga binaan dilibatkan dalam kegiatan sebagai pengrajin eco furniture, dengan memanfaatkan material yang dapat diolah kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News