kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Fasilitasi warga Ciliwung, DKI rogoh Rp 8 triliun


Kamis, 19 Mei 2016 / 15:56 WIB
Fasilitasi warga Ciliwung, DKI rogoh Rp 8 triliun

Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI akan membangun 50.000 unit rumah susun (rusun) sederhana sewa di 2016. Anggaran sebesar Rp 8 triliun digelontorkan untuk merealisasikan pembangun rusun tersebut.

Puluhan ribu unit rusun untuk relokasi warga yang terdampak penertiban karena normalisasi Sungai Ciliwung. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap pembangunan rusun tersebut, selambat-lambatnya selesai pada Oktober 2017.


"Tahun depan kami sediakan Rp 8 triliun untuk membangun 50.000 unit rusun. Tahun ini, kita sudah mulai bangun 20.000 ribu unit," ujar Ahok seusai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Anggrek, di Jalan Haji Gandun, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2016).

Ahok mengatakan, warga sudah bersedia untuk direlokasi ke rusun. Penolakan relokasi, hanya dilakukan segelintir warga yang menyewa rumah di bantaran sungai.

"Masalahnya ada (warga) KTP Jakarta yang dia nyewa. Kalau yang itu, kita minta dia sewa di luar (bantarang sungai) dulu. Nanti 2018 dia masuk (rusun), karena target kami sebelum 2018 (normalisasi) Sungai) Ciliwung selesai," kata dia.

Rencananya, untuk melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Pemprov DKI akan menertibkan 50.000 warga yang hidup di bantaran Sungai Ciliwung. Proyek normalisasi baru selesai 47,5% pada Mei ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Teuku Iskandar memperkirakan, butuh waktu dua tahun lagi untuk menyelesaikan normalisasi sungai. Target disesuaikan dengan ketersediaan rumah susun sederhana sewa.

Dalam waktu dekat, rencananya Pemerintah Provinsi DKI akan menertibkan kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada Juni mendatang. Sedikitnya terdapat 460 keluarga yang akan direlokasi.

(Dennis Destryawan)




TERBARU

Close [X]
×