Peristiwa

Fenomena Langit Lampung Terkuak: BRIN Ungkap Asal Objek Misterius

Senin, 06 April 2026 | 05:17 WIB
Fenomena Langit Lampung Terkuak: BRIN Ungkap Asal Objek Misterius

ILUSTRASI. Objek terang yang viral di Lampung dan Banten akhirnya terungkap. BRIN menjelaskan, benda itu sisa roket Tiongkok CZ-3B. (DOK/IST)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Fenomena objek terang yang melintas di langit wilayah Lampung dan Banten hingga viral di media sosial akhirnya terungkap. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

Melansir Infopublik.id, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan objek tersebut terlihat mencolok karena memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan mengalami gesekan kuat dengan udara, sehingga tampak terang dari permukaan Bumi.

“Objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya,” jelas Thomas seperti dikutip dalam keterangan Humas BRIN, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan, proses masuknya benda ke atmosfer menyebabkan objek terlihat terpecah menjadi beberapa bagian, sesuai yang disaksikan masyarakat di Lampung dan Banten.

Berdasarkan data Space-Track dan hasil analisis orbit, sisa roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di sebelah barat Sumatra. Pada sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun hingga di bawah 120 kilometer dan memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.

Baca Juga: 2 Provinsi Ini Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan April 2026, Cek Syarat & Manfaatnya

Pada ketinggian tersebut, hambatan udara meningkat drastis sehingga objek kehilangan kecepatan dan ketinggian secara cepat. Proses ini memicu gesekan intens yang menghasilkan panas tinggi, menyebabkan benda terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya jatuh ke permukaan Bumi.

BRIN memperkirakan pecahan benda tersebut kemungkinan besar jatuh tersebar di kawasan hutan atau di laut.

Thomas menjelaskan bahwa jatuhnya sampah antariksa bukan kejadian yang langka secara global. Namun, peristiwa yang dapat disaksikan langsung saat melintas di wilayah Indonesia tergolong jarang.

Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada 2022, ketika objek sejenis terlihat di Lampung dan kemudian jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fenomena ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat karena sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.

Risiko baru muncul apabila ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh di area permukiman. Namun hingga saat ini, kondisi tersebut disebut belum pernah terjadi.

Tonton: 10,6 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT 2025, Coretax Tembus 17,6 Juta Akun

Ia juga menjelaskan penyebab utama sampah antariksa jatuh ke Bumi adalah adanya hambatan udara pada orbit rendah. Bekas roket atau satelit yang sudah tidak aktif akan mengalami perlambatan akibat interaksi dengan atmosfer, sehingga ketinggiannya terus menurun hingga akhirnya masuk ke lapisan atmosfer padat dan terbakar.

BRIN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik apabila melihat fenomena serupa pada masa mendatang. Peristiwa ini dinilai sebagai bagian dari dinamika aktivitas antariksa global yang dapat diamati secara ilmiah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi publik terkait sains dan keantariksaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru