kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45755,12   29,29   4.04%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gubernur Jatim minta pengembangan industri di Madura


Selasa, 18 Juni 2019 / 17:19 WIB
Gubernur Jatim minta pengembangan industri di Madura

Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa minta pengembangan industri di Madura. Hal itu akan dimasukkan dalam pembahasan rancangan peraturan presiden (Raperpres) Surabaya Madura (Suramadu). 

Terdapat empat sektor industri yang diusulkan oleh Khofifah. "Ada pemetaan empat jenis industri yang kami ingin komunikasikan lebih detil," ujar Khofifah di kompleks istana kepresidenan, Selasa (18/6).


Salah satunya adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri garam di Madura. Namun, saat ini masih penentuan titik KEK tersebut.

Sebelumnya Pamekasan telah menyediakan lahan 300 hektare (ha). Selain itu Sampang juga memiliki lahan untuk industri garam seluas 200 ha.

Di Sampang juga terdapat Politeknik Negeri Madura (Poltera). Sedangkan di Pamekesan akan didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) garam yang beroperasi tahun ini. "Saya sudah sampaikan supaya SMK garam di Pamekasan dijadikan sentra penguatan skill anak di Madura untuk kenali geomembran," terang Khofifah.

Pengembangan KEK garam tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi garam Indonesia. Selain kuantitas, kualitas garam juga akan berkembang sehingga menurunkan impor yang masih dilakukan sekarang.

Selain industri garam, Khofifah juga bilang akan menekankan industri pengolahan ikan dalam Ranperpres Suramadu. Industri pengolahan ikan akan merubah kerja yang ada saat ini. "Pengolahannya jangan petik lalu jual tapi petik, olah, kemas, baru jual," jelas Khofifah.

Akses pasar dari industri pengolahan dinilai dapat disiapkan. Beberapa produk yang dapat menjadi unggulan antara lain ikan dan produk olahannya serta rumput laut.



TERBARU

[X]
×