Peristiwa

Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat! BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kering

Senin, 04 Mei 2026 | 04:20 WIB
Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat! BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kering

ILUSTRASI. BMKG mengungkap sejumlah wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau 2026 pada awal Mei 2026. (Dok/BMKG.go.id)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau 2026 pada awal Mei 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan sebanyak 10,4 persen dari zona musim sudah memasuki kemarau.

"Sejumlah 10,4 persen dari zona musim sudah masuk kemarau," kata Ardhasena saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/5/2026).

Angka tersebut lebih sedikit dari perkiraan BMKG pada Maret lalu yang menyebut bahwa 26,3 persen dari zona musim akan memasuki musim kemarau per Mei 2026.

Peralihan musim di Indonesia memang diprediksi tidak terjadi secara serentak di semua wilayah.

Musim kemarau 2026 akan berlangsung bertahap hingga Agustus 2026.

Meski demikian, kemarau tahun ini datang lebih awal dan berdurasi panjang.

Lantas, mana saja wilayah yang sudah memasuki musim kemarau pada Mei 2026?

Wilayah yang sudah masuk musim kemarau pada Mei 2026

Dilansir dari Perkembangan Musim Kemarau 2026, peta wilayah yang mengalami musim hujan ditunjukkan dengan warna hijau.

Sedangkan, wilayah yang mengalami musim kemarau, ditunjukkan dengan warna coklat.

Berdasarkan data tersebut, mayoritas wilayah Indonesia masih mengalami musim hujan.

Baca Juga: KAI: Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan KRL Lintas Cikarang Berangsur Pulih

Hanya sedikit wilayah yang tercatat mengalami musim kemarau pada Mei 2026.

Berikut rinciannya:

Sumatera

  • Sebagian Aceh bagian utara
  • Kepulauan kecil di sekitar barat Sumatera (terbatas)

Jawa, Bali, Nusa Tenggara

  • Pesisir utara Jawa (sebagian wilayah)
  • Bali (sebagian kecil)
  • Nusa Tenggara Barat (beberapa titik)
  • Nusa Tenggara Timur (cukup luas, terutama pulau-pulau selatan)

Kalimantan

  • Hampir tidak terlihat dominan (mayoritas masih hijau)
  • Sulawesi
  • Sulawesi Selatan (bagian selatan dan pesisir)
  • Sulawesi Tenggara (sebagian)
  • Sulawesi Tengah (kantong-kantong kecil)

Maluku

  • Maluku bagian tengah dan tenggara (cukup banyak area)
  • Kepulauan sekitar Laut Banda

Papua

  • Papua bagian selatan (terutama wilayah pesisir selatan).

Penyebab musim kemarau 2026 terjadi lebih awal

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.

Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Pemantauan anomali iklim global di Samudra Pasifik juga menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.

Kendati demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.

“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu.

Lebih lanjut, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.

Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.

Tonton: IHSG Jatuh ke 6.900! Asing Kabur

Adapun puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.

Sementara wilayah lainnya akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).

(Alinda Hardiantoro, Inten Esti Pratiwi)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/03/203000865/daftar-wilayah-yang-sudah-masuk-musim-kemarau-pada-mei-2026-mana-saja-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru