Peristiwa

Kontes Kapal Indonesia 2026 Dorong Inovasi Kapal, Efisiensi BBM Jadi Salah Satu Fokus

Sabtu, 19 September 2026 | 19:48 WIB
Kontes Kapal Indonesia 2026 Dorong Inovasi Kapal, Efisiensi BBM Jadi Salah Satu Fokus

ILUSTRASI. Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 (DOK/IST)


Reporter: Yudho Winarto  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Inovasi desain kapal penjaga pantai yang dikembangkan mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menyoroti pentingnya efisiensi bahan bakar dan teknologi kapal untuk mendukung aktivitas maritim di Selat Malaka.

Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghadapi tantangan seperti penyelundupan dan pelayaran ilegal.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Polbeng mengembangkan desain kapal yang tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga efisiensi energi dan penggunaan material.

Baca Juga: Apakah Hari Kesaktian Pancasila Libur Nasional? Cek Kembali SKB 3 Menteri

Inovasi tersebut ditampilkan dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Bengkalis pada 14-17 September 2026.

Polbeng meraih tiga penghargaan, yakni Juara 3 kategori Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK), serta Best Design untuk kategori Electric Remote Control (ERC) dan Fuel Engine Remote Control (FERC).

Salah satu inovasi datang dari Tim Laksamana 3 melalui desain kapal yang menggunakan axbow, interceptor, dan material high-density polyethylene (HDPE).

Kombinasi tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan kapal sehingga dapat meningkatkan kecepatan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.

"Kalau kapal berada dalam kecepatan maksimal namun hambatannya besar, maka ia akan boros bahan bakar. Jadi kami ingin mengurangi estimasi konsumsi bahan bakar, sekaligus membuat kapal jauh lebih cepat dengan menggunakan axbow sebagai pemotong aliran ombak dan interceptor sebagai penyeimbangnya," ujar anggota Tim Laksamana 3, M. Kenzie Bravo dalam keterangannya Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: TNI Run 2026 Digelar Minggu (20/9), 3 Rute Transjakarta Baru Beroperasi Pukul 10.00

Penggunaan HDPE juga dipilih karena bobotnya lebih ringan. Dengan bobot kapal yang lebih rendah, desain tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional.

Sementara itu, desain FERC dari Tim Laksamana 10 lebih menitikberatkan pada kecepatan kapal. Kapal tersebut dirancang sebagai kapal penjaga yang dapat digunakan untuk mengejar kapal yang melakukan aktivitas ilegal di wilayah perairan Bengkalis.

"Mereka ingin menciptakan kapal yang bisa menjaga daerah Bengkalis dari ancaman itu," ujar perwakilan Tim Laksamana 10, Muhamad Wahyu Ramadhan.

Adapun Tim Laksamana 1 mengembangkan desain ERC dengan fokus pada penggunaan energi yang lebih efisien dan aspek ramah lingkungan.

Pengembangan kedua desain tersebut dilakukan melalui riset terhadap kapal sejenis dan proses persiapan selama beberapa bulan sebelum kompetisi.

Baca Juga: Resmi Beroperasi Di Jakarta, Ojol Green SM Beri Bonus Khusus Untuk 1.000 Pendaftar

Dorong Ekosistem Maritim

Pengembangan desain kapal oleh mahasiswa juga menunjukkan adanya ruang inovasi pada industri maritim, khususnya untuk teknologi kapal berukuran kecil hingga menengah yang membutuhkan efisiensi operasional.

Selain aspek teknologi, penyelenggaraan KKI 2026 memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Bengkalis.

Kedatangan peserta dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas usaha di sektor akomodasi, kuliner, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut juga diisi dengan kegiatan Car Free Night yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu saluran bagi UMKM untuk mendapatkan tambahan transaksi selama penyelenggaraan acara.

Baca Juga: Tim Damkar Jepang Pun Kesulitan Padamkan Kebakaran Hutan Di Kalimantan

Di sisi lain, kehadiran peserta dari berbagai wilayah juga membuka peluang promosi potensi daerah Bengkalis. Aktivitas peserta dan rangkaian acara turut memperluas eksposur daerah melalui media sosial.

Kontes Kapal Indonesia 2026 ditutup di Lapangan Tugu Bengkalis pada Kamis (17/9/2026) malam. Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah dan pihak industri di wilayah Riau.

Bagi Bengkalis, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi mahasiswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan dan permintaan terhadap akomodasi serta produk UMKM selama acara berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru