Nadiem merespons positif pemberdayaan suku anak dalam yang dijalan Universitas Jambi

Rabu, 22 September 2021 | 14:43 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Nadiem merespons positif pemberdayaan suku anak dalam yang dijalan Universitas Jambi

ILUSTRASI. Nadiem Makarim saat berdialog dengan Sivitas Akademika Universitas Jambi di Balairung Pinang Masak Kampus UNJA Mendalo, Jambi, Selasa (21/9).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim memberikan apresiasinya kepada Universitas Jambi (UNJA). Apresiasi itu terkait dengan model pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) yang diusung UNJA lewat program Matching Fund.

“Saya sangat tertarik dengan topik Matching Fund yang diusung UNJA tentang Pemberdayaan SAD. Setelah acara ini saya akan ke lokasi pemukiman SAD di Kabupaten Sarolangun, melihat dari dekat tentang SAD, terutama pada aspek pendidikan mereka,” kata Nadiem saat berdialog dengan Sivitas Akademika Universitas Jambi di Balairung Pinang Masak Kampus UNJA Mendalo, Jambi, seperti dikutip, Selasa (21/9). 

Nadiem mengatakan Matching Fund ini harusnya bisa didesain untuk menjadi ruang belajar mahasiswa di luar kampus. “Di sana nantinya mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah, termasuk isu tentang pemberdayaan masyarakat,” katanya. 

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin beberkan strategi pemerintah wujudkan SDM unggul

Dalam dialog tersebut, Sutrisno memaparkan juga sejumlah program dan inovasi yang telah dikembangkan oleh UNJA. Pada program Matching Fund yang diketuai oleh Dr. Fuad Muchlis, rektor mengatakan, salah satunya meloloskan pemberdayaan SAD di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang terintegrasi dan berkelanjutan. 

“Program ini merupakan tindak lanjut dari MoU UNJA dengan PT. Sari Aditya Loka (Group Astra Agro Lestari Tbk) beberapa waktu lalu. UNJA memiliki resource dalam memetakan, merumuskan strategi dan mengadvokasi komunitas SAD. Oleh karenanya UNJA hadir dan mengambil peran dalam upaya percepatan perubahan sosial SAD sekaligus mendorong upaya konservasi di TNBD,” tuturnya.

Lebih lanjut rektor menyampaikan, dalam rangka mendukung program Matching Fund ini pihak UNJA sudah memiliki Laboratorium Sosial SAD, melalui gagasan DLT (Desa Laboratorium Terpadu) PUI Etnomedical dan Nurisetikal (eMedical) dan PUI Pendidikan Komunitas (PENTAS). 

Baca Juga: Daftar bantuan sosial dari pemerintah yang akan cair bulan September 2021

Program ini, kata rektor, akan melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai Prodi di UNJA. “Aktivitas mahasiswa mengikuti kegiatan ini akan diakui sebagai kegiatan akademik hingga 20 sks sebagai bagian dari implementasi MBKM,” tuturnya.

Nadiem makin melengkapi deretan Kabinet Indonesia Maju pada tahun ini yang telah menaruh perhatiannya secara langsung kepada warga SAD di Provinsi Jambi. Sebelumnya, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, telah lebih dulu menemui warga SAD di wilayah Batanghari, Jambi. 

Kunjungan Nadiem ke SAD ini merupakan agendanya di Jambi. Dalam kunjungan ini, Nadiem lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan peserta didik di Makorem 042 Garuda Putih. Selanjutnya ia berkunjung ke Universitas Jambi.

Selanjutnya: Pekerjaan ini banyak dibutuhkan perusahaan saat pandemi menurut Mendikbud Ristek

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru