KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Provinsi DKI Jakarta tetap tumbuh kuat pada kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52% secara tahunan (year on year/yoy) pada periode tersebut, meski sedikit melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang tumbuh 5,59% yoy.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II-2026 masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29% yoy. Dengan capaian tersebut, Jakarta tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional.
Kontribusi ekonomi DKI Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih persisten di atas 16%, menjadi kontribusi terbesar dibandingkan provinsi lainnya. Setelah Jakarta, kontribusi terbesar berasal dari Jawa Timur sebesar 14,34%, Jawa Barat 12,86%, dan Jawa Tengah 8,19%.
Baca Juga: Pengumuman! Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara Akibat Kebakaran
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Bambang Arianto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II-2026 terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi.
"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Jakarta," ujar Bambang dalam konferensi pers di kantor BI Perwakilan DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,18% yoy. Namun angka tersebut melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,72% yoy.
Meski demikian, konsumsi masyarakat tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, penyelenggaraan berbagai kegiatan besar seperti Jakarta Fair, serta periode libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat dan belanja rumah tangga.
Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi faktor pendorong utama lainnya. PMTB tumbuh lebih cepat sebesar 6,52% yoy, meningkat signifikan dibandingkan kuartal I-2026 yang hanya tumbuh 4,71% yoy.
Menurut Bambang, peningkatan investasi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi produktif di Jakarta masih terus berkembang, terutama didukung investasi domestik.
"Kalau kita lihat investasi meningkat dari 4,71% menjadi 6,52%. Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II," katanya.
Selain itu, konsumsi pemerintah juga mengalami akselerasi dengan pertumbuhan mencapai 14,70% yoy, jauh meningkat dibandingkan kuartal I-2026 yang tumbuh 4,22% yoy.
Peningkatan tersebut didorong oleh percepatan realisasi belanja pemerintah, termasuk penyaluran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), belanja barang, belanja modal, serta peningkatan bantuan sosial.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Jumat (7/8): BMKG Rilis Wilayah Berawan dan Hujan Petir
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News