Pasca ada cold storage, kebutuhan ikan di Ciwaru, Sukabumi tak lagi tergantung musim

Kamis, 25 Februari 2021 | 13:51 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Pasca ada cold storage, kebutuhan ikan di Ciwaru, Sukabumi tak lagi tergantung musim

ILUSTRASI. KKP salurkan bantuan berupa gudang beku portable berkapasitas 20 ton dan ABF berkapasitas 1 ton prt hari di TPI Ciwaru, Sukabumi.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Berdaulat di pesisir selatan Sukabumi, kini tak lagi bergantung pada musim. Sebelumnya, mereka mendatangkan ikan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhan Ratu atau bahkan dari Jakarta untuk kebutuhan lokal saat musim paceklik. 

Kini, melalui bantuan cold storage atau gudang beku dan Air Blast Freezer (ABF) dari Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), ikan hasil tangkapan nelayan pada saat cuaca baik dapat dibekukan dan disimpan.

"Jadi kesegaran mutu ikan tetap terjaga dan kapasitas jual beli ikan bisa diatur menyesuaikan kondisi permintaan dan harga pasar tanpa terpengaruh adanya musim," kata Atin Irawan Ketua Koperasi Nelayan Berdaulat,dalam keterangannya, Rabu (24/2).

Manfaat lain bantuan tersebut ialah efisiensi biaya operasional bisnis koperasi dan adanya multiplier effect. Bahkan, Atin memastikan, mulai dari para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis perikanan merasakan dampak langsung dari bantuan tersebut. 

Baca Juga: Upaya KKP untuk tingkatkan kualitas garam petambak

"Karena mereka lebih terjamin mendapatkan manfaat karena meningkatnya kelancaran bisnis Poklahsar setelah mendapatkan bantuan gudang beku," sambungnya.

Atin menggambarkan, Koperasi Nelayan Berdaulat merupakan UMKM di wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru yang beranggotakan 20 orang. Mereka bergerak di bidang usaha penangkapan, pengolahan dan distribusi ikan segar. Adapun lokasi gudang beku berada di jalan Ciwaru – Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. 

"Sudah pasti koperasi membutuhkan gudang beku dan ABF untuk bahan baku pengolahan dimasa paceklik.  Jadi bantuan ini sangat tepat," urainya.

Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bahwa adanya bantuan gudang beku terjadi stabilitas pasokan dan harga ikan baik hasil tangkapan laut maupun hasil budidaya. 

Trenggono juga berharap, bantuan dari pemerintah tersebut tepat sasaran sehingga dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha perikanan untuk lebih giat berbisnis, serta lebih memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan ikan agar tercipta nilai tambah terhadap produk perikanan.

Baca Juga: KKP dorong sentra kelautan dan perikanan terpadu Biak jadi pengungkit ekonomi

Editor: Noverius Laoli
Terbaru