HOME

Pemekaran Papua harus dilakukan hati-hati dan perlu kajian mendalam

Senin, 01 Maret 2021 | 14:59 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Pemekaran Papua harus dilakukan hati-hati dan perlu kajian mendalam

ILUSTRASI. Sejumlah warga menikmati suasana matahari terbenam di Kota Sorong, Papua Barat,

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu pemekaran daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat kembali mengemuka. Meski begitu, isu ini bukan isu baru, dan muncul dalam momen tertentu, misal ketika sikap daerah dan pusat berbeda. Tak heran, banyak pro dan kontra yang lahir dari pemekaran di Papua.

Itu semua tentunya menimbulkan pertanyaan untuk siapa kabupaten dan provinsi baru dilahirkan.

Staf khusus Presiden Billy Mambrasar mengatakan, pembentukan provinsi dan kabupaten baru di Papua penting dilakukan. Ada beberaap faktor yang dilihat yakni, seperti faktor sejarah, budaya, ekonomi dan pemerintahan sebagai dasar pendapatnya.

"Saya dalam posisi, yang pertama kondisi geografis Papua itu sangat luas sekali. Kedua, kompleksitas dari kondisi geografis tersebut. Dan ketiga, dengan catatan bahwa apa yang telah terjadi sebelumnya, kita perbaki," kata Billy dalam Webinar KompasTv dengan topik "Pemekaran Papua Untuk Siapa?" akhir pekan lalu, dikutip Senin (1/3).  

Baca Juga: BPS catat luas panen padi 2020 mencapai 10,66 juta hektare

Meski begitu, Billy menyadari ada pro-kontra dalam pemekaran Papua itu. Seperti misalnya, pemekaran belum mendatangkan manfaat seperti yang diharapkan masyarakat Papua sendiri.

Yang muncul adalah penciptaan kekuasaan baru dan raja-raja kecil, yang menimbulkan lebih banyak korupsi dan penyalahgunaan kekuasan. Namun pada titik itulah, perbaikan diperlukan.

Untuk itu, diakui Billy, pihaknya melibatkan generasi muda Papua dalam proses ini. Jangan lagi, proses pemekaran yang dimaksudkan untuk memperbaiki nasib masyarakat Papua, dimonopoli tokoh-tokoh yang memanfaatkan ini.

Sementara,  Kelompok Kerja Papua Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko menilai, isu pemekaran Papua telah lama menjadi isu politik.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru