Sejalan dengan hal tersebut, Siti, anggota Kelompok UKASEMA, merasakan langsung manfaat berkelanjutan dari program ini.
Dia bilang, SI CADIAK bersama Pertamina bukan hanya tentang pertanian biasa, tetapi pihaknya diajarkan untuk mengolah limbah dengan tepat dan menghasilkan produk yang bisa dijual dari limbah tersebut.
"Hasil limbah sedikit banyaknya bisa membantu menyambung hidup kami, di mana sebagian besar kami hanya buruh tani dan ibu rumah tangga. Kami sudah bisa menjual produk dari limbah, sehingga menghasilkan pemasukan tambahan bagi kami,” ungkap Siti.
Inisiatif ini selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan masyarakat, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan nilai tambah ekonomi lokal, poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi dari praktik pembakaran jerami.
Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan dampak lokal, tetapi juga berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Selanjutnya: Pengangguran Inggris Sentuh 5,2% Akhir 2025, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Samarinda Lengkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News