Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Limbah Produktif Berbasis Masyarakat

Selasa, 17 Februari 2026 | 20:46 WIB
Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Limbah Produktif Berbasis Masyarakat

ILUSTRASI. Pertamina Patra Niaga Wujudkan Pengelolaan Limbah Produktif Berbasis Masyarakat Melalui Inovasi SI C (Dok. Pertamina/Pertamina)


Reporter: Tendi Mahadi  | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam memperkuat kinerja lingkungan dan sosial secara berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta pengukuran dampak yang terstruktur dan terukur.

Di Nagari Padang Toboh, tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi salah satu isu utama. Berangkat dari kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau menghadirkan SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah) sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ekonomi sirkular.

Limbah pertanian yang sebelumnya belum dikelola secara optimal kini diposisikan bukan lagi sebagai sisa hasil panen, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat dimanfaatkan secara produktif.

Dengan pendekatan eco-inovasi, jerami diolah secara berkelanjutan untuk menekan praktik pembakaran terbuka, meminimalkan dampak lingkungan, sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan potensi lokal. Program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2026, Ini Jadwalnya

Melalui SI CADIAK, sebanyak 894 ton jerami per tahun dan 864 ton kotoran ternak diolah menjadi kompos, bioetanol, parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA, mendukung Program Sawah Pokok Murah, serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui PLTS yang dimanfaatkan untuk mendukung Learning Center UKASEMA.

Dampak yang dihasilkan pun signifikan, antara lain penurunan emisi hingga 1.305 ton CO₂e per tahun, pengurangan kasus ISPA sampai 80% dalam periode 2022–2025, serta peningkatan pendapatan masyarakat hingga 63% melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Menurut Roberth, SI CADIAK menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan.

"Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujar Roberth dalam keterangannya, Selasa (17/2).

Baca Juga: Kelab Malam hingga Tempat Karaoke di Jakarta Wajib Tutup Saat Ramadan 2026

Lebih lanjut, Roberth menegaskan bahwa SI CADIAK juga menjadi salah satu program andalan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata di lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadi tolak ukur praktik pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain.


Terbaru