HOME

Garuda tujuan Soetta mendarat darurat di Halim, penumpang tak boleh keluar pesawat

Jumat, 22 November 2019 | 13:11 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Titis Nurdiana
Garuda tujuan Soetta mendarat darurat di Halim, penumpang tak boleh keluar pesawat

Penumpang Garuda Indonesia 271 tujuan bandara Soekarno Hatta sesaat setelah mendarat darurat di bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (22/11) siang.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesawat Garuda 271 bertolak dari Banyuwangi tujuan bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, terpaksa putar haluan ke bandara Halim Perdana Kusumah pada Jumat (22/11) siang. Berdasarkan informasi yang KONTAN terima dari Sigit Pramono, mantan Direktur Utama BNI, pesawat terpaksa mendarat di Halim karena cuaca buruk di bandara Soetta.

Sigit merupakan salah satu penumpang di pesawat tersebut. "Alhamdulillah, kami sudah mendarat, tetapi mendarat darurat di Halim Perdanakusuma," kata Sigit.

Baca Juga: Insiden emergency landing Batik Air, ini respons Kemenhub

Menurut Sigit, ada yang aneh dari kejadian ini. Pasalnya, seluruh penumpang tidak diperbolehkan turun. "Pilot mau terbang lagi ke Cengkareng, karena di Halim tidak ada petugas darat Garuda," jelasnya.

Permasalahannya, lanjut Sigit, semua penumpang tidak mau terbang lagi karena merasa ketakutan setelah pesawat yang mereka tumpangi gagal mendarat sebanyak dua kali di Soetta.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima KONTAN, saat ini per pukul 12.40 WIB, para penumpang masih berada di dalam pesawat dan tidak diperbolehkan turun ke terminal.

Baca Juga: Boeing akui kesalahan atas kecelakan Lion Air dan Ethiopioan Airlines

Tanggapan CEO Garuda..

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Ari Askhara menjelaskan, penumpang memang tidak diperbolehkan turun oleh AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) selaku pengelola bandara Halim.

"NOTAM itu dari AURI bukan Angkasa Pura II sebagai pengelola Halim," jelasnya.

NOTAM adalah pemberitahuan yang disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbanga.

Ari menegaskan, pesawat Garuda diusahakan akan terbang lagi ke Cengkareng jika cuaca sudah memungkinkan. "Sekarang kondisinya hujan turun lebat di Cengkareng," kata Ari.

Baca Juga: Bandara Daxing Beiijng memulai layanan penerbangan internasional perdana

Namun, menurut Ari, jika pihak AURI memberikan opsi lain, pihaknya akan mengikuti. Misalnya saja jika ada pilihan menaikkan penumpang ke bus bandara dengan tujuan Cengkareng. "Bila TNI AU memberikan opsi itu, kami ikut," tandasnya.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru