Peristiwa

Petugas Sensus Ekonomi 2026 Curhat: Disangka Penipu, Dimarahi saat Tanya Gaji

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:34 WIB
Petugas Sensus Ekonomi 2026 Curhat: Disangka Penipu, Dimarahi saat Tanya Gaji

ILUSTRASI. Sensus ekonomi 2026 di Balikpapan (ANTARA FOTO/Angga Palguna)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BPS Pastikan Data Aman

Menanggapi berbagai kecurigaan tersebut, Kepala BPS Jakarta Barat Muhammad Noval menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan pendataan menyeluruh, baik terhadap usaha maupun kondisi ekonomi rumah tangga.

"Artinya selain mendata kondisi usaha perusahaan atau usaha-usaha yang ada di masyarakat, juga mendata ekonomi keluarga. Jadi semua keluarga pun nanti semua KK, semua rumah tangga itu juga akan didata," jelas Noval.

Ia mengatakan, data rinci seperti pendapatan dan pengeluaran, termasuk dari profesi informal seperti pedagang, pengemudi ojek online, hingga influencer, diperlukan untuk mengukur kondisi ekonomi masyarakat.

"Itu akan didata ditanyakan pendapatannya berapa, pengeluarannya berapa, sehingga pemerintah tahu tuh usaha yang di rumah tangga seperti apa kondisinya, jadi ketahuan selisih marginnya itu berapa," ujar Noval.

"Tujuannya apa? Pemerintah ingin tahu untuk mengukur efektivitasnya usaha itu terhadap kondisi ekonomi seberapa besar," sambungnya.

Bukan untuk Pajak

Noval juga menegaskan bahwa pendataan tersebut tidak berkaitan dengan perpajakan.

"Kami tegaskan bahwa pendataan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pajak. Karena pegawai BPS ini bukan pegawai Ditjen Pajak ya, kita enggak ada sangkut pautnya sekali dengan Ditjen Pajak gitu," ujarnya.

Menurut dia, sensus dilakukan semata-mata untuk memetakan potensi ekonomi masyarakat dan mendukung perencanaan pembangunan.

Data Dijamin Aman

Noval memastikan, seluruh data warga diinput melalui aplikasi Fasih dan tidak disimpan di perangkat petugas.

"Dari aplikasi tersebut, data dipastikan langsung terkirim ke server pusat BPS dengan pengamanan ketat bersama Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN)," kata Noval.

"Nanti setelah selesai pendataan pun ada berita acara penghapusan aplikasi yang ada di HP gitu. Jadi datanya tidak tersimpan di HP-nya petugas, jadi masyarakat enggak usah khawatir datanya itu nanti tersebar," tutur dia.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menolak petugas sensus resmi yang dilengkapi atribut lengkap.

Tonton: BPS Sebut Bisnis Jasa Kesehatan Tumbuh Kuat, Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

"Data Sensus Ekonomi ini sangat penting karena benar-benar data dasar seluruh kegiatan ekonomi yang pastinya akan digunakan untuk perencanaan pembangunan, untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik," ucap Noval.

"Mohon diterima petugas kami dengan sebaik-baiknya, enggak usah ada khawatir-khawatir ya insyaallah kerahasiaannya kami jaga, tidak ada sangkut pautnya dengan pajak," tutup Noval.

Sumber: 
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/27/07471321/lika-liku-petugas-sensus-ekonomi-2026-dari-disangka-penipu-hingga-penagih?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru