KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lebih dari dua bulan pascabencana ekologis di sejumlah wilayah Sumatera, fokus penanganan kini bergeser ke pemulihan hak-hak dasar masyarakat. Hingga 31 Januari 2026, lebih dari 106.000 warga masih mengungsi, sementara ratusan ribu rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah mengalami kerusakan.
Skala dampak tersebut menuntut percepatan pemulihan, terutama di sektor permukiman dan infrastruktur vital agar aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan. Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin upaya pemulihan melalui pengerahan relawan dan penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan teknologi dari Bosch Indonesia.
Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menyebut pembersihan endapan lumpur dan sisa material banjir menjadi prioritas utama pada fase pemulihan saat ini. Di wilayah Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, serta Agam, Solok, dan Padang, ketebalan lumpur masih tinggi sehingga tidak memungkinkan dilakukan secara manual.
Baca Juga: BTN Telah Salurkan Bantuan Rp 10 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera
“PMI akan bekerja setidaknya hingga akhir tahun ini dan berpotensi diperpanjang, mengingat proses pembersihan diperkirakan bisa berlangsung hingga tiga tahun. Karena itu, dukungan peralatan berkapasitas besar sangat krusial agar pembersihan berjalan lebih cepat dan aman,” ujar Arifin dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PMI memanfaatkan dukungan Bosch Power Tools untuk mempercepat pembersihan lingkungan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap, khususnya menjelang Ramadan 2026.
Dukungan ini diwujudkan melalui penyaluran 25 unit high pressure washer senilai sekitar Rp97 juta dengan tekanan air 100–120 bar, guna meningkatkan efisiensi pembersihan permukiman dan fasilitas umum sekaligus keselamatan kerja relawan.
Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, mengatakan bahwa tantangan pascabencana tidak hanya terletak pada kecepatan, tetapi juga efektivitas dan keselamatan kerja. Dukungan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan respons bencana jangka panjang.
Baca Juga: Dorong Pemulihan di Daerah Terdampak Banjir Sumatera
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan global Bosch yang diimplementasikan di Indonesia melalui inisiatif berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs.
Selain dukungan peralatan, Bosch juga melibatkan karyawan dalam penggalangan dana sebesar Rp4,9 juta yang disalurkan melalui Foodbank of Indonesia.
“Komitmen keberlanjutan Bosch dijalankan melalui inisiatif Bosch Bersama Negeri dengan tiga pilar utama, yakni lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi yang berdampak pada kualitas hidup. Seluruh inisiatif ini menjadi wujud konsistensi Bosch dalam mendorong perubahan nyata dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Fenny.
Selanjutnya: Diet Gagal? Bisa Jadi 4 Buah Tinggi Kalori Ini Biang Keroknya
Menarik Dibaca: Promo HokBen Hematnya Kebangetan: Makan Enak Mulai 10 Ribu, Gratis Ocha
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News